Polman – KPU Kabupaten Polman, kembali melaksanakan debat publik kedua calon bupati-wakil bupati, di Aula Gedung Gadis Kecamatan Polewali, Senin,18/11/24.Malam.
Di segmen ke lima debat, sempat diwarnai saling sindir antara Paslon nomor urut 1 H.Samsul Mahmud-Andi Nursami Masdar (ASSAMI) dan Paslon nomor urut 2 Andi Bebas Manggazali-Siti Rahmawati (BESTI).
Hal itu bermula saat calon bupati H. Samsul, bertanya ke Andi Bebas, terkait masalah keterlambatan pembayaran Tunjangan Kinerja Aparatur Sipil Negara (Tukin ASN), di Kabupaten Polman, saat Andi Bebas Manggazali masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda).
“Bagaimana bapak (Andi Bebas Manggazali, red), kedepan pada saat saja menjadi Sekda tidak bisa mengatasi (masalah Tukin, red), apalagi kalau misalnya nanti dikasih kepercayaan jadi bupati. Kira-kira langkah apa yang bapak lakukan kalau dikasih kepercayaan menjadi bupati untuk mengatasi masalah Tukin yang ada di Kabupaten Polewali Mandar,” tanya Aji Assul.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Andi Bebas Manggazali justru menyindir balik H. Samsul Mahmud, bahkan menyebut Ketua Golkar Polman itu, hanya seorang yang berlatar belakang pengusaha, yang baru akan masuk di dunia birokrasi.
“Karena beliau pengusahaan yang akan masuk di birokrasi, saya kasih pemahaman bagaimana posisi Sekda sebenarnya, beda di perusahaan pak,” ungkap Bebas.
Menurut Bebas, di birokrasi pemerintahan ada garis-garis kewenangan yang membatasi antara Sekda dan bupati. Olehnya itu ia berharap kedepannya H. Samsul Mahmud bisa memahami hal tersebut.
“Saya selaku Sekda, cuma membahas bagaimana menganggarkan. Tapi intervensi itu adalah pimpinan diatas yakni Bupati. Mudah-mudahan kedepannya H. Samsul bisa memahaminya,” ungkapnya.
Bebas juga membeberkan, bahwa dirinya tak pernah diberitahu terkait masalah devisit anggaran yang terjadi di Kabupaten Polman.
“Masa tiba-tiba disitu seratus persen devisit, apa yang mau dibayarkan kalau seratus persen devisit. Sehingga mudah-mudahan bapak mengelola pemerintahan bisa menempatkan orang-orang yang punya kualitas bagus,” tuturnya.
Mendapat kesempatan kembali untuk menanggapi jawaban tersebut, pria yang akrab disapa Aji Assul itu, mengutarakan bahwa dalam memimpin suatu instansi atau menduduki sebuah jabatan, harusnya dibarengi dengan kemampuan manajemen.
“Terutama manajamen komunikasi, manajemen bagaimana bisa mengelola sebuah organisasi apalagi setingkat kabupaten yang memang disitu ada mekanisme aturan,.yang saya kira ini perlu namanya kepemimpinan, atau leadership seseorang,” terang Aji Assul.
Terkait masalah Tukin ASN, Paslon ASSAMI akan mereview kembali tentang persoalan besaran nilainya, tentunya akan disesuaikan dengan kondisi atau kemampuan fiskal Kabupaten Polman.
“Dan insya Allah, kalau kita bisa naikkan kenapa tidak kita naikkan, yang ke dua adalah kita akan melakukan pembayaran secara reguler dan tepat waktu, karena ini menyangkut daripada pelayanan publik yang ada di daerah kita,” tutupnya.(Mp)






