Mamuju – Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Mamuju Sutinah Suhardi-Yuki Permana (Tina-Yuki), resmi dilantik bersama dengan seluruh kepala daerah termasuk Gubernur dan wakil gubernur Sulbar Suhardi Duka-Jendral Salim Mengga (SDK-JSM), oleh Presiden RI Prabowo Subianto, di Jakarta,20/02/25.
Terkait hal itu, Sutinah menilai momentum pelantikan kali ini, merupakan sebuah berkah dan kebahagiaan pasalnya baru pertama kalinya kita dilantik langsung oleh Presiden , dan kebahagiaan lainnya karena Suhardi Duka (SDK) yang merupakan ayah kandungnya juga dilantik sebagai gubernur Sulbar.
“Ini adalah berkah dan kebahagiaan yang sangat luar biasa, sebab baru pertama kalinya kita dilantik langsung oleh Presiden secara serentak, dan kebahagiaan lainnya karena Bapak (Suhardi Duka, red.) juga dilantik bersamaan di momentum ini, sehingga betul-betul ini sangat bernilai bagi kami dan keluarga.” ucap Sutinah.
Selain membawa kebahagiaan karena dilantik bersama dengan sang ayah, Bupati dua periode itu juga menilai sebagai sebuah peluang besar, dalam upayanya mewujudkan percepatan kemajuan di Kabupaten Mamuju, sebagaimana harapan masyarakat.
“Ikatan emosional bersama SDK justru akan menjadi penguatan dalam membangun sinergi dan komunikasi intensif, bahkan bisa dilakukan sampai di meja makan, sehingga sinergitas antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi bisa lebih tersinkronisasi dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), mengaku ikatan emosional dengan pribadi Sutinah Suhardi sebagai putrinya, adalah anugerah yang bernilai positif,
Sebab disatu sisi, tentu akan lebih mudah melakukan komunikasi dalam merumuskan program yang bisa saling mendukung di lingkungan pemerintahan, yang memang harusnya bisa saling bersinergi dengan baik,” ujar SDK.
“Namun, di sisi lain ia juga akan lebih gampang menegur jika dirasakan ada hal yang keluar dari koridor dan bisa merugikan banyak orang,” sambungnya.
Olehnya itu, politisi yang pernah dua periode menjadi Bupati Mamuju ini, menegaskan ikatan emosional ayah dan anak harus mampu ditempatkan pada porsinya sehingga tidak lantas membuat profesionalisme kerja keduanya menjadi terganggu.
“Yang paling penting sekarang, mari kita semua bahu-membahu dengan menggunakan semua sumber daya yang ada, untuk segera beradaptasi dengan cepatnya perubahan-perubahan dan tantangan yang sudah ada di depan mata, dan kita harus optimis Sulbar akan lebih baik ke depan,” tutupnya.(*)






