MAJENE – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menggencarkan upaya pencegahan penyakit kusta. Salah satu langkahnya adalah dengan menggelar Sosialisasi Pemberian Kemoprofilaksis Kusta yang dilaksanakan di Dapur Mandar, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Sulbar, Ny. Harsinah Suhardi, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, dan diikuti oleh tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa pemberian kemoprofilaksis merupakan langkah strategis dalam memperkuat pencegahan dan eliminasi penyakit kusta di Sulbar.
“Kusta bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial. Dengan pemberian kemoprofilaksis, kita ingin memastikan penularan bisa dihentikan sedini mungkin, sekaligus menghapus stigma di masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berkarakter.
“Kita tidak hanya ingin masyarakat sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial — saling mendukung dan bebas dari diskriminasi terhadap penderita kusta,” tambahnya.
Menurutnya, kemoprofilaksis tidak hanya sekadar pembagian obat, tetapi juga bentuk edukasi agar masyarakat memahami pentingnya hidup bersih, tidak takut memeriksakan diri, dan bersama-sama menghapus stigma negatif terhadap kusta.
Sementara itu, Ketua TP PKK Sulbar, Ny. Harsinah Suhardi, menegaskan komitmen PKK untuk menjadi mitra strategis Dinas Kesehatan dalam memperkuat edukasi dan pendampingan masyarakat.
“PKK siap membantu menyebarkan informasi, mendampingi keluarga, dan memastikan masyarakat paham pentingnya deteksi dini serta pencegahan kusta,” ucap Harsinah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor apabila menemukan gejala kusta di lingkungan sekitar agar segera mendapatkan penanganan medis.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Sulbar menegaskan komitmennya mendukung target eliminasi kusta tahun 2030, sebagaimana yang ditetapkan dalam kebijakan nasional Kementerian Kesehatan.(*)






