MAJENE – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat menyalurkan bantuan beras kepada keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Majene sebagai bentuk penguatan perlindungan sosial. Penyaluran berlangsung pada Senin (17/11/2025) dan dipusatkan di salah satu titik penyerahan bantuan di Majene.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ibu Bupati Majene, didampingi Ibu Sekda Majene serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Majene. Penyerahan ini mendapat perhatian besar dari masyarakat yang hadir.
Ibu Bupati Majene mengatakan bantuan tersebut diharapkan mampu membantu keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Bantuan ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keluarga miskin ekstrem tetap mendapatkan perhatian, terutama terkait kebutuhan dasar seperti pangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulbar untuk memperkuat intervensi pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Kami berterima kasih atas dukungan provinsi. Kolaborasi ini penting agar masyarakat yang membutuhkan bisa merasakan manfaat secara langsung,” imbuhnya.
Hadir mewakili Kepala Dinas Sosial Sulbar, Kabid Linjamsos Surdin menyampaikan bahwa bantuan beras tersebut merupakan bagian dari program perlindungan sosial yang terus digencarkan Pemprov Sulbar.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa bantuan dari pemerintah provinsi tersalurkan tepat sasaran. Keluarga miskin ekstrem menjadi prioritas kami karena mereka adalah kelompok yang paling rentan,” kata Surdin.
Ia menambahkan bahwa penyaluran ini diharapkan dapat mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem di Majene.
“Harapan kami, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan menjadi langkah konkret penguatan jaringan pengaman sosial di Sulawesi Barat,” ujarnya.
Penyaluran bantuan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari warga penerima. Pemerintah daerah bersama Dinas Sosial Sulbar menegaskan komitmen untuk terus memperluas jangkauan bantuan sosial guna mendukung Visi Misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, dalam agenda pengentasan kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial.(*)






