Disangka Ikut Konvoi Bola, Pemuda di Polman Kena Bogem Mentah

Korban dugaan penganiayaan berinisial M.A. (21) menjalani pemeriksaan medis untuk keperluan visum setelah diduga menjadi korban pemukulan di kawasan Pasar Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Polewali Mandar, Rabu (8/7/2026) dini hari. Dok. Humas Polres Polman.

POLMAN – editorial9.com – Seorang pemuda di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menjadi korban dugaan penganiayaan setelah disangka ikut rombongan konvoi usai pertandingan sepak bola. Akibat salah paham tersebut, korban mengalami luka memar di bagian mata kiri usai diduga dipukul oleh orang tak dikenal.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Pasar Pambusuang, Dusun Pambusuang, Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 02.30 Wita.

Bacaan Lainnya

Korban berinisial M.A. (21), warga Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, datang bersama dua rekannya ke Desa Pambusuang untuk membeli makanan. Namun, setibanya di lokasi, mereka diduga dihadang oleh beberapa orang.

Saat turun dari sepeda motor untuk menanyakan maksud penghadangan tersebut, seorang pria yang identitasnya masih dalam penyelidikan diduga langsung melayangkan satu pukulan ke arah wajah korban hingga mengenai mata sebelah kiri.

Akibat pukulan itu, korban mengalami luka memar pada kelopak mata kiri. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tinambung dan menjalani pemeriksaan medis untuk keperluan visum.

Kapolsek Tinambung AKP Ramli mengatakan, personelnya langsung bergerak setelah menerima laporan korban dengan mendatangi lokasi kejadian, mengarahkan korban menjalani visum, serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

“Setelah menerima laporan, personel kami langsung bergerak melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari mendatangi TKP, mengarahkan korban untuk menjalani visum, hingga melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas terduga pelaku,” ucap AKP Ramli.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian,” sambungnya.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga penganiayaan tersebut dipicu kesalahpahaman. Sebelum kejadian, rombongan konvoi melintas di Jalan Poros Pambusuang usai pertandingan sepak bola.Korban yang datang beberapa saat kemudian diduga disangka sebagai bagian dari rombongan tersebut sehingga menjadi sasaran pemukulan.

Saat ini, Polsek Tinambung masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap identitas pelaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera menyampaikannya kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara.(*/Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *