Dispoparekraf Sulbar Usulkan Perbaikan Toilet Wisata ke Kemenpar

Plt Kepala Dispoparekraf Sulawesi Barat Bau Akram Dai menyampaikan usulan pemenuhan amenitas dasar berupa toilet di sejumlah daya tarik wisata (DTW) Sulbar sebagai upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan. Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAMUJU — Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Barat (Dispoparekraf Sulbar) mengusulkan pemenuhan amenitas dasar berupa toilet di sejumlah daya tarik wisata (DTW) Sulbar kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Sulawesi Barat, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, mengatakan bahwa ketersediaan fasilitas dasar, khususnya toilet, menjadi elemen penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang nyaman dan layak.

“Ini penting dan menjadi konsen kami untuk menjaga kebersihan, terutama di tempat-tempat wisata, sekaligus memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang berkunjung,” ujar Bau Akram, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang menekankan pentingnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan sektor pariwisata.

Dalam rencananya, usulan pemenuhan amenitas dasar ini akan menjadi bagian dari kerja sama antara pemerintah daerah se-Indonesia dengan Kemenpar RI dan PT Mister Loo Indonesia.

Berdasarkan draf usulan yang disusun Dispoparekraf Sulbar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat merekomendasikan enam unit toilet di sejumlah DTW untuk difasilitasi perbaikannya pada periode 2026–2027.

Menurut Bau Akram, pengajuan tersebut dilakukan setelah melihat kondisi amenitas dasar di berbagai DTW Sulbar yang masih terbatas dan sebagian besar dalam kondisi rusak.

“Dengan ruang fiskal yang terbatas, kami mencoba melakukan kolaborasi di berbagai level. Fasilitas amenitas dasar ini memang membutuhkan perhatian khusus demi kenyamanan pengunjung,” jelasnya.

Sementara itu, Imelda selaku penanggung jawab penyusunan usulan menjelaskan bahwa enam toilet yang diusulkan seluruhnya tercatat dalam kondisi rusak. Selain perbaikan, pihaknya juga mengupayakan penyediaan toilet terpisah bagi laki-laki dan perempuan sesuai standar pelayanan wisata.

Pemenuhan fasilitas dasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pariwisata Sulawesi Barat sekaligus mendorong minat kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *