MAMUJU – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat konsolidasi internal untuk memperkuat target kinerja sekaligus mempercepat pengembangan iklim investasi di daerah.
Rapat yang berlangsung Selasa (3/2/2026) itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Sulbar, Amir, serta dihadiri Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, seluruh anggota tim, dan Perencana Ahli Muda.
Forum tersebut menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian kinerja, serta merumuskan percepatan program guna menciptakan iklim penanaman modal yang kondusif di Sulbar, sejalan dengan arah pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.
Amir menegaskan, konsolidasi internal menjadi fondasi utama dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
“Penguatan target kinerja harus dimulai dari soliditas internal. Setiap tim kerja memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan iklim penanaman modal yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk mewujudkan Sulbar maju dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Satriawan Hasan Sulur, menyebut rapat ini menjadi momentum memperkuat koordinasi serta efektivitas pelaksanaan program kerja.
“Melalui pertemuan ini, kami melaporkan kembali pembagian peran dan fokus kerja tim agar setiap program pengembangan iklim penanaman modal berjalan terukur dan tepat sasaran,” jelasnya.
Dari sisi perencanaan, Perencana Ahli Muda Helvianti menekankan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan dan implementasi di lapangan.
“Penguatan target kinerja harus didukung perencanaan yang matang berbasis data serta selaras dengan kebijakan daerah dan nasional. Kami juga mendorong tim fokus pada pemenuhan indikator kinerja sesuai renstra,” ungkapnya.
DPMPTSP Sulbar berharap konsolidasi ini semakin memperkuat soliditas tim dalam menghadapi tantangan pengembangan iklim investasi, sekaligus mendorong peningkatan realisasi investasi untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*)






