POLMAN — Dua pelajar dari salah satu SMA di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terlibat perkelahian hanya gara-gara rokok.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/10/2025) dan kini telah diselesaikan secara damai melalui mediasi yang difasilitasi oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Urban Wonomulyo.
Kasus ini terungkap setelah Kepala Sekolah SMA berinisial DJ melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonomulyo. Menindaklanjuti laporan itu, KA SPKT Polsek Wonomulyo, Aiptu Nuralim, bersama anggota piket segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Dua siswa yang terlibat masing-masing bernama Muhammad A (16), warga Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, dan E (16), warga Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo.
Menurut keterangan pihak kepolisian, perkelahian bermula dari rasa kesal Muhammad A terhadap E yang kerap meminta rokok kepadanya. Karena tersinggung, A kemudian menantang E untuk berkelahi melalui pesan WhatsApp.
Saat keduanya bertemu, pertengkaran pun tak terhindarkan hingga berujung pada aksi saling pukul di sekitar lingkungan sekolah.
Setelah kejadian itu, pihak sekolah bersama Polsek Wonomulyo mempertemukan kedua siswa dan orang tua masing-masing untuk dimediasi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pelajar mengakui kesalahannya, saling memaafkan, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Mereka juga sepakat untuk tidak saling dendam, berhenti merokok, serta mematuhi tata tertib sekolah.
Kesepakatan itu dituangkan dalam surat perjanjian bersama yang ditandatangani oleh kedua pihak, disaksikan oleh pihak sekolah dan kepolisian.
“Kami mengedepankan pendekatan kekeluargaan agar permasalahan seperti ini tidak berlarut dan anak-anak bisa kembali fokus belajar,” ujar Aiptu Nuralim, mewakili Kapolsek Urban Wonomulyo.
Proses mediasi berlangsung aman dan tertib di kantor Polsek Urban Wonomulyo. Pihak kepolisian berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi para siswa untuk lebih dewasa dalam bersikap dan menghindari kekerasan.(*)






