Isra’ Mi’raj di Polman, Staf Ahli Bupati Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Digital Umat

Staf Ahli Bupati Polewali Mandar, DR. Aco Musaddad HM, menyampaikan sambutan mewakili Bupati Polewali Mandar pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Pancasila Lantora, Kecamatan Polewali, Sabtu (17/1/2026). (Dok. Humas Pemkab Polman)

POLMAN – Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Polewali Mandar dimaknai sebagai momentum transformasi peran masjid di era digital. Staf Ahli Bupati Polewali Mandar, DR. Aco Musaddad HM, mendorong agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kebangkitan ekonomi digital umat.

Pesan tersebut disampaikan saat mewakili Bupati Polewali Mandar dalam peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Pancasila Lantora, Kecamatan Polewali, Sabtu (17/1/2026) malam.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, DR. Aco Musaddad menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar peringatan ritual tahunan, melainkan ajakan untuk melakukan akselerasi dan konektivitas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi berbasis teknologi.

“Peristiwa Isra’ Mi’raj mengajarkan kita tentang percepatan menembus batas ruang dan waktu. Nilai tersebut relevan dengan tantangan umat di era digital, khususnya dalam mengembangkan ekonomi yang berlandaskan spiritualitas,” ujar DR. Aco Musaddad.

Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini mengusung tema “Aktualisasi Isra’ Mi’raj di Era Digital dengan Memanfaatkan Masjid sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat Islam.” Sejalan dengan tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mengajak pengurus masjid dan jamaah untuk memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam sambutannya, Bupati melalui DR. Aco Musaddad menekankan tiga langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis masjid. Pertama, penguatan literasi digital melalui pengelolaan dana ZISWAF secara transparan dan akuntabel menggunakan platform digital. Kedua, pemberdayaan UMKM, dengan menjadikan aset masjid sebagai inkubator bisnis masyarakat berbasis ekonomi syariah. Ketiga, penguatan koneksi komunitas, yakni membangun jejaring pasar antarjamaah agar perputaran ekonomi tetap tumbuh di lingkungan umat.

Menurutnya, masjid memiliki potensi besar menjadi pusat solusi kesejahteraan jika dikelola secara inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Masjid diharapkan mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Di akhir sambutan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap Masjid Pancasila Lantora dapat menjadi percontohan bagi masjid-masjid lain di Polewali Mandar dalam membangun kemandirian ekonomi umat berbasis digital.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan perangkat daerah, unsur Muspika, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Peringatan Isra’ Mi’raj ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Polewali Mandar.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *