Jumat Bersih Pemkab Mamuju Dapat Dukungan, Kampus, Komunitas Hingga Lembaga Vertikal Ikut Terlibat 

Mamuju – Kegiatan Jumat bersih yang terus digalakkan Pemkab Mamuju dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, semakin mendapat respon positif dari berbagai kalangan.

Hal itu terlihat, dengan hadirnya komunitas MPA Cakrawala Manakarra, civitas akademika Universitas Muhammadiyah Mamuju serta kantor Rutan Kelas II B Mamuju, ikut ambil bagian dalam kegiatan yang difokuskan pada pembersihan area jalan Arteri Pantai Mamuju, Jumat, 23/05/25.

Bacaan Lainnya

Atas hal itu, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama semua pihak untuk menggalakkan Jumat bersih ini.

“Gerakan ini , bukan lagi hanya tentang kebersihan semata, melainkan telah menyangkut rasa kebersamaan dan rasa memiliki yang nampaknya telah mulai dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat,” ucap Sutinah.

Olehnya itu, ia mengajak agar upaya ini dapat terus dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong, untuk menciptakan Mamuju Keren yang lebih nyaman dan bersih.

Sementara itu, Komandan Kodim 1418 Mamuju, Kolonel Inf. Andik Siswanto, juga menyampaikan bahwa semangat kolaborasi harus dapat dilakukan dan dimulai dari lingkungan internal.

“Kalau ditanya ‘capek? Ya tentu memang ini harus capek dan beginilah memang harusnya untuk menyadarkan masyarakat. Tapi yakinkanlah, bahwa ini demi kebaikan bersama untuk mewujudkan Mamuju, Mutu, Laju, Keren dan kita siap bersama-sama melakukan ini secara berkelanjutan,” ungkap  Kolonel Inf. Andik Siswanto.

Di tempat yang sama, salah satu anggota muda komunitas pencinta alam MPA Cakrawala Manakarra, Yeni Marlinda, sangat mendukung kegiatan yang digagas Pemerintah Mamuju ini.

“Menciptakan kondisi bersih memang tidak akan cukup kalau hanya mengandalkan pemerintah,” ujar Yeni.

Olehnya ia juga mengajak semua komunitas dan masyarakat, untuk ikut bersama-sama menggalakkan Jumat Bersih.

Sementara itu, Sukrina Dwi, perwakilan Universitas Muhammadiyah Mamuju, lebih menekankan kesadaran individu.

“Jika semua orang sadar akan pentingnya kebersihan, yang tentu akan berdampak pada kenyamanan diri sendiri, maka upaya melakukan pembersihan tidak harus menunggu adanya perkumpulan banyak orang, namun tentu akan dilakukan secara mandiri dan penuh kesadaran,” tutur Sukrina.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *