POLMAN, editorial9.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Arifin Yambas, mengingatkan sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kabut asap terhadap kesehatan peserta didik. Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam melindungi anak-anak dari ancaman peredaran narkoba.
Pesan tersebut disampaikan Arifin saat menghadiri Pelatihan Implementasi Digitalisasi Pembelajaran Gugus 2 yang dipusatkan di SD Negeri 029 Paluppung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis,15/10/26.
Dalam kesempatan itu, Arifin menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan guru memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga tanggung jawab dalam menjaga kesehatan, keselamatan, dan pembentukan karakter peserta didik.
Terkait kabut asap, ia mengimbau para guru agar mengingatkan siswa menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Kegiatan luar ruang juga perlu dibatasi apabila kondisi udara tidak sehat.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama pada anak-anak yang rentan terhadap dampak kualitas udara buruk.
“Karena itu, sekolah diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan, dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Keselamatan dan kenyamanan peserta didik perlu menjadi perhatian, agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan memperhatikan kesehatan anak,” ucap Arifin.
Selain persoalan kabut asap, Ia turut menyoroti ancaman peredaran narkoba di kalangan pelajar. Menurutnya, perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya narkoba membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa upaya mencegah anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Orang tua dan guru perlu membangun sinergi dalam memberikan pengawasan, edukasi, serta pendampingan sejak dini.
“Orang tua diharapkan lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak, terutama ketika berada di luar rumah. Sementara itu, guru memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman, mengenai bahaya narkoba sekaligus menanamkan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Pendampingan tersebut, kata Arifin penting agar anak-anak memiliki pemahaman yang memadai mengenai risiko narkoba dan mampu menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan.
“Di sisi lain, pelatihan implementasi digitalisasi pembelajaran menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, untuk mendukung proses belajar mengajar,” katanya.
Arifin berharap para guru semakin mampu menggunakan perangkat dan aplikasi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya melalui pemanfaatan teknologi.
“Guru juga harus menjalankan peran sebagai pendidik yang membentuk karakter, memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, serta menjaga lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.
“Dengan demikian, peningkatan kompetensi digital diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan tanggung jawab guru, dalam mendidik dan melindungi generasi muda Polewali Mandar dari berbagai tantangan, baik yang berkaitan dengan kesehatan maupun pengaruh negatif lingkungan,” tutupnya.(Basri/Mp)






