Kesbangpol Sulbar Matangkan Seleksi Paskibraka 2026

MAMUJU — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Darwis Damir, memimpin rapat internal guna mematangkan persiapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026, Rabu (1/4/2026).

Rapat yang melibatkan Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) itu digelar sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026, sekaligus memastikan proses seleksi di tingkat kabupaten/kota berjalan optimal dan sesuai standar nasional.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Darwis menegaskan bahwa Kesbangpol akan memfokuskan pengawalan pada aspek substansi seleksi, khususnya wawasan kebangsaan, bela negara, serta kepribadian calon peserta.

“Hal ini untuk memastikan bahwa proses seleksi di daerah selaras dengan ketentuan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan hasil Rakornas, sehingga terbentuk standar yang seragam,” ujarnya.

Selain itu, rapat juga menargetkan lahirnya calon Paskibraka yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, dan karakter kebangsaan yang kuat.

Darwis menekankan bahwa pembentukan karakter menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang siap menjalankan tugas kenegaraan.

“Paskibraka bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan nilai kebangsaan yang harus tertanam kuat,” katanya.

Di sisi lain, Kesbangpol Sulbar juga mendorong optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Paskibraka dalam seluruh tahapan seleksi. Pemanfaatan teknologi ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi serta meminimalisir potensi kecurangan.

Tak hanya itu, kesiapan sarana dan prasarana turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Seluruh fasilitas yang digunakan dalam proses seleksi dan pelatihan dipastikan memenuhi standar kelayakan.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Kesbangpol Sulbar berharap proses seleksi Paskibraka 2026 dapat berjalan lancar, transparan, dan akuntabel, sekaligus melahirkan generasi muda berkarakter kuat.

Upaya ini juga sejalan dengan misi pembangunan “Pancadaya” yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *