Ketua KPID Sulbar Dorong Transmisi TVRI Salabose Diaktivasi Kembali 

Mamuju – Ketua KPID Sulbar, Mu’min, meminta perangkat satuan transmisi TVRI di Salabose, Kabupaten Majene diaktivasi kembali agar masyarakat bisa menikmati siaran TVRI.

Hal itu diutarakan Mu’min, saat menghadiri gathering harmonisasi dan kolaborasi dari bumi malaqbi menuju penyiaran kelas dunia yang digelar TVRI Sulbar di Mamuju, 30/05/24.

Bacaan Lainnya

“Begitupun dengan Mamasa dan kabupaten lainnya kami mendorong ada pemancar yang sama untuk menguatkan siaran TVRI, supaya siarannya bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Sulbar,” ucap Mu’min.

Ia juga menjelaskan, KPID sebagai wadah aspirasi yang mewakili kepentingan masyarakat dibidang penyiaran, menjamin masyarakat memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai HAM.

“KPID selalu memantau dan mengawasi siaran lembaga penyiaran dengan mengacu pada kaidah P3SPS.” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa TVRI adalah lembaga penyiaran publik yang sudah dinikmati siarannya oleh masyarakat sejak dulu.

“Hanya saja saat ini siaran TVRI belum mampu menjangkau seluruh wilayah Sulbar mengingat masih banyaknya titik buta alias blankspot sehingga melahirkan ketimpangan penerimaan siaran,” jelasnya.

“TVRI masih terlokalisir di wilayah Mamuju sementara di kabupaten lain masyarakat belum bisa menjangkau siarannya,” sambungnya.

Kata Mu’min, secara umum salah-satu kendala penyiaran di Sulbar karena minimnya infrastruktur untuk mendukung penyebarluasan siaran yang berdampak pada lesunya minat yang pebisnis beriklan karenanya daya jangkaunya yang masih terbatas,

“Ditambah lagi, menjamurnya media baru yang seolah menghipnotis masyarakat untuk selalu mengakses multi flatform media digital tersebut, demi mendapatkan beragam informasi padahal begitu banyak hoaks dan informasi palsu serta tontonan yang isinya berpotensi merusak watak dan perilaku, bila kita tak bisa menyaringnya dengan baik untuk dilihat sementara belum ada regulasi yang mengatur dan lembaga negara yang mengawasi secara khusus,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data survey Nielsen perusahaan peneliti dan periset media asal Amerika yang merilis media share Asia per November 2023 menampilkan pengguna video streaming mencapai 64 persen, Iklan TV 68 persen dan iklan digital 16 persen.

“Indonesia dan Thailand merupakan konsumen terbesar konten “On the Go” dengan jumlah penonton di ponsel pintar mencapai 62 persen dan 64 persen. Taiwan dengan penonton TV tradisional terbesar sebesar 98 persen diikuti Malaysia sebesar 86 persen, sementara pengguna internet terbesar adalah Korea Selatan sebesar 98 persen, Taiwan 96 persen dan Malaysia 95,” terangnya.

Berkaca pada data tersebut, kata Mantan aktivis PB HMI itu, pengguna media baru sangatlah besar untuk mengimbanginya dan bahkan mengunggulinya.

“Semua pihak harus berkolaborasi menumbuhkan penyiaran dengan menguatkan peran masing-masing, dengan demikian upaya menuju penyiaran berkelas dunia lambat laun akan tercapai,” imbuhnya.

TVRI sebagai lembaga penyiaran publik, harus berada digaris terdepan menjadi lokomotif membangun ekosistem penyiaran menuju penyiaran berkelas, eratkan kolaborasi sebab tak ada yang bisa survive diatas kakinya sendiri tanpa dukungan pihak lain. TVRI, harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang penuh dengan perubahan beradaptasi dengan dunia platform yang ada.

“Mari kita bangun bersama SDM lokal, libatkan masyarakat, anak muda yang gemar dengan penyiaran, kita gandeng konten kreator untuk mengangkat lokal wisdom Sulbar dan karyanya mesti diapresiasi ditayangkan di TVRI Sulbar, agar TVRI makin dicintai dan diminati masyarakat karena mengangkat budaya lokal dan pada akhirnya kebiasaan menonton secara mobile akan terkikis dan beralih menonton televisi,karena ada mata acara yang benar-benar membumi di hati masyarakat,” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *