MAMUJU – Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem kembali ditegaskan. Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfo) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, memastikan pihaknya all out mendukung suksesnya Program Pastipadu (Pencegahan dan Penanganan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem Terpadu).
Dukungan itu disampaikan Ridwan saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pastipadu yang dipimpin Wakil Gubernur Sulbar, Salim S Mengga, di ruang rapat Wakil Gubernur, Rabu (3/9/2025). Menurutnya, peran Kominfo Sulbar akan difokuskan pada tiga aspek vital: integrasi data digital, publikasi masif, dan penyediaan akses internet merata. Tiga langkah itu diyakini mampu mempercepat pengambilan keputusan yang tepat, sekaligus menggerakkan partisipasi publik secara lebih luas.
“Kalau dari Kominfo, kami tentu mensupport terutama untuk integrasi data dan sosialisasinya. Kita harus publikasi lebih kencang lagi supaya pilot project ini benar-benar sukses,” tegas Ridwan.
Kominfo Sulbar tengah menyiapkan dashboard informasi digital untuk memantau penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Dashboard ini akan mengintegrasikan data dari berbagai aplikasi sehingga memudahkan pimpinan dan tim Pastipadu dalam menetapkan kebijakan yang akurat. Selain itu, Kominfo juga menginisiasi kampanye lintas kabupaten agar partisipasi masyarakat semakin kuat. Salah satunya lewat video sosialisasi bersama seluruh Bupati di Sulbar yang akan segera dirilis untuk mengajak warga aktif mendatangi posyandu.
“Segera kita satukan videonya agar kampanye ini lebih kuat dan bisa mengajak kolaborasi lebih luas,” jelas Ridwan.
Tak hanya soal data dan publikasi, Kominfo Sulbar juga menyiapkan dukungan infrastruktur digital. Ridwan mengungkapkan pihaknya telah menerima daftar lokasi bantuan internet tahun depan yang akan difokuskan pada wilayah blank spot agar tidak terjadi ketimpangan.
“Karena saya lihat, lokus-lokus stunting lebih banyak di daerah perkotaan. Padahal, intervensi jaringan justru lebih dibutuhkan di pelosok yang masih minim akses internet,” terangnya.
Dengan dukungan penuh Kominfo, program Pastipadu diharapkan bukan hanya tepat sasaran dalam mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem, tetapi juga mampu menggandeng partisipasi masyarakat lewat sosialisasi digital yang masif dan merata.(*)






