Komisi IV DPRD Sulbar Temukan Banyak Fasilitas Rusak di RSUD, Minta Perbaikan Cepat

MAMUJU — Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat bersama unsur Pemerintah Provinsi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan dan kondisi fasilitas di RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Evaluasi ini dilakukan setelah inspeksi mendadak (sidak) dan dilanjutkan dengan rapat bersama manajemen RSUD Sulbar di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Sulbar, Senin (1/12/2025).

Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abdul Rahim, mengatakan sidak yang dilakukan bersama anggota Komisi IV, Irfan Fahri Putra dan Masdar Mahmuddin, bertujuan memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berjalan optimal. Evaluasi ini juga sejalan dengan komitmen Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga untuk memperbaiki layanan kesehatan di Sulbar.

Bacaan Lainnya

“Kami menerima banyak laporan mengenai kondisi fasilitas dan layanan di RSUD Sulbar. Sidak ini untuk melihat langsung dan memastikan penanganannya segera dilakukan,” kata Rahim.

Dalam sidak tersebut, Komisi IV menemukan sejumlah fasilitas tidak berfungsi dengan baik. Mulai dari hampir seluruh toilet yang rusak, plafon bocor di beberapa koridor, AC tidak berfungsi di sejumlah ruangan, hingga minimnya penerangan di beberapa titik bangunan.

“Kondisi ini tentu tidak boleh dibiarkan, apalagi RSUD adalah rumah sakit rujukan provinsi. Kami minta manajemen segera mengambil langkah konkret,” tegas Rahim.

Selain fasilitas, Komisi IV juga menyoroti mekanisme pengadaan obat yang dinilai masih menimbulkan keluhan masyarakat. Usai sidak, Komisi IV langsung menggelar rapat evaluasi dengan manajemen RSUD Sulbar untuk membahas solusi menyeluruh.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulbar, Amujib, yang hadir dalam rapat tersebut, mengatakan Direktur RSUD Sulbar telah memiliki gambaran jelas mengenai persoalan fasilitas maupun kebutuhan perbaikan.

“Direktur RSUD yang baru dua bulan menjabat tentu sudah memiliki data lengkap terkait kerusakan fasilitas, kebutuhan perbaikan, termasuk pemetaan tenaga produktif dan non-produktif. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan rapat teknis untuk membahas penanganan lebih rinci,” ujar Amujib.

Sementara itu, Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, mengapresiasi perhatian DPRD dan Pemprov Sulbar terhadap kondisi rumah sakit.

“Kami berterima kasih atas perhatian Komisi IV dan pemerintah provinsi. Memang banyak persoalan yang harus kami benahi sejak awal saya menjabat. Evaluasi seperti ini membantu kami mempercepat pembenahan,” kata Musadri.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *