Notaris Tewas Dibacok Ayah–Anak di Polman

Korban terbaring bersimbah darah di lokasi kejadian sesaat setelah dibacok ayah–anak di Wonomulyo. (Dok. Istimewa)

POLMAN – Seorang notaris berinisial SSDPH (35) tewas dalam insiden penganiayaan berat di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (14/11/2025). Korban diduga diserang menggunakan parang dan clurit oleh dua terduga pelaku yang merupakan ayah dan anak.

Kapolsek Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna S.I.K mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 16.30 WITA di area Pabrik Gabah Amin 2, Jalan Kapten Jumhana.

Bacaan Lainnya

“Kami menerima laporan adanya dugaan penganiayaan berat. Saat tiba di TKP, korban sudah tergeletak dengan luka serius akibat sabetan senjata tajam,” kata Sandy.

Dari keterangan saksi, sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut dan saling pukul. Pelaku kemudian masuk ke rumah dan mengambil dua jenis senjata tajam.

“Pelaku atas nama Akhmad menggunakan parang, sementara anaknya, Arya, memakai clurit untuk menyerang korban secara bersama-sama,” ungkap Sandy.

Korban sempat berusaha melindungi diri dengan helm, namun serangan bertubi-tubi membuatnya tak berdaya. Warga melihat korban jatuh bersimbah darah di depan rumah pelaku.

Mendapatkan laporan, personel Polsek Wonomulyo dan Piket Polres Polman langsung bergerak ke lokasi. Kedua pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

“Kami mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa parang dan clurit. Keluarga pelaku juga kami evakuasi untuk mencegah amukan massa dari pihak korban,” jelas Sandy.

Polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, dan membawa korban ke RSUD Wonomulyo. Namun nyawa korban tidak tertolong.

“Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya. Saat ini pelaku sedang kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Sandy.

Kasus tersebut kini ditangani Polsek Wonomulyo bekerja sama dengan Sat Reskrim Polres Polewali Mandar untuk pendalaman motif dan pemeriksaan lanjutan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *