Pemprov Sulbar Gaspol Siapkan Safari Ramadan, Pemkesra Mulai Bergerak

Suasana rapat persiapan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dipimpin Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana, diikuti Plt Kepala Biro Pemkesra Setda Sulbar Murdanil bersama perwakilan perangkat daerah, di Mamuju, Rabu (7/1/2026). (dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Safari Ramadan jelang bulan suci Ramadan 2026. Biro Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar menegaskan kesiapan mendukung penuh agenda tahunan tersebut agar berjalan tertib dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Plt Kepala Biro Pemkesra Setda Sulbar, Murdanil, mengikuti rapat persiapan Safari Ramadan Pemprov Sulbar yang dipimpin Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana, Rabu (7/1/2026). Rapat ini menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.

Bacaan Lainnya

Sejumlah agenda strategis dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari penentuan jadwal dan lokasi Safari Ramadan, penyusunan tim pelaksana, dukungan teknis masing-masing OPD, hingga sinergi program keagamaan dan sosial yang akan dilaksanakan selama Ramadan.

Murdanil menyampaikan, Safari Ramadan memiliki peran strategis dalam mendukung Panca Daya Pembangunan Sulawesi Barat yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S Mengga, khususnya pada penguatan nilai keagamaan dan solidaritas sosial.

“Safari Ramadan menjadi bagian dari upaya memperkuat daya spiritual dan sosial masyarakat, sejalan dengan Panca Daya pembangunan Sulawesi Barat. Pemerintah hadir lebih dekat untuk mempererat ukhuwah, menyerap aspirasi, serta menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan,” kata Murdanil.

Ia menegaskan, Biro Pemkesra siap berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Safari Ramadan agar berjalan optimal, tertib, dan memberi dampak positif bagi masyarakat, sekaligus menjadi ruang penguatan harmonisasi kehidupan beragama dan sosial.

Pemprov Sulbar berharap, Safari Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana memperkuat pelayanan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari implementasi Panca Daya menuju Sulawesi Barat yang maju, religius, dan sejahtera.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *