Pemprov Sulbar Rampungkan Pelatihan Digital Leadership Academy

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka saat menyampaikan sambutan pada penutupan Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) di Gedung Graha Sandeq, Mamuju, Jumat (17/10/2025). (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menuntaskan rangkaian Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) 2025 sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang digitalisasi pemerintahan.

Penutupan pelatihan yang digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Sulbar bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI serta Tsinghua University, China, berlangsung di Gedung Graha Sandeq, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Jumat (17/10/2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, bersama Roslinda Niken Widya Astuti yang mewakili Kepala BPSDM Komdigi RI, serta Kepala BPSDM Komdigi Makassar, Baso Saleh.

Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementerian Komdigi RI dalam membantu pengembangan kapasitas aparatur di Sulbar. Menurutnya, peningkatan kemampuan digital pejabat merupakan kunci menciptakan pelayanan publik yang modern dan efisien.

“Kalau SDM pejabatnya bagus tentu pelayanan publik juga akan lebih baik. Karena itu kita fokus meningkatkan kemampuan digitalisasi, sebab ini sudah menjadi keniscayaan dalam mengikuti perkembangan zaman,” ujar Suhardi.

Pelatihan DLA berlangsung sejak 6 Oktober secara daring dan dilanjutkan sesi tatap muka pada 16–17 Oktober 2025. Program ini diikuti pejabat eselon II dari Pemprov Sulbar dan enam pemerintah kabupaten di wilayah tersebut.

Plt Kepala Diskominfo Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama antara Pemprov Sulbar, Kementerian Komdigi RI, dan Tsinghua University untuk mendorong transformasi digital di lingkungan birokrasi daerah.

“Ada sembilan kelompok peserta yang menyusun rencana aksi digital. Diharapkan hasilnya bisa diimplementasikan untuk mendukung misi Panca Daya Sulbar Maju dan Sejahtera,” jelas Ridwan.

Roslinda Niken Widya Astuti dari BPSDM Komdigi RI mengapresiasi keseriusan Pemprov Sulbar dan Diskominfo dalam menyukseskan program DLA. Ia juga mengumumkan tiga kelompok dengan rencana aksi terbaik dari total sembilan kelompok peserta.

“Dari sembilan kelompok, semuanya bagus. Namun tiga terbaik mendapat apresiasi khusus. Kami berharap rencana aksi ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan untuk pembangunan Sulbar,” ucap Roslinda.

Kepala BPSDM Komdigi Makassar, Baso Saleh, menambahkan kelompok dengan judul “Satu Data Kemiskinan Sulawesi Barat (SDK Sulbar)” meraih peringkat pertama dengan fokus pada digitalisasi data kemiskinan di tingkat desa dan kelurahan.

Peringkat kedua diraih kelompok bertema Digital RTLH yang mengembangkan sistem data Rumah Tidak Layak Huni, sedangkan peringkat ketiga membawakan topik Hilirisasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi antusiasme dan kolaborasi seluruh peserta. Hasil rencana aksi ini bisa menjadi pijakan penting dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan di Sulbar,” pungkas Baso Saleh.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *