Pesan Tegas Kapolda Sulbar ke Calon Polri: CAT Tak Bisa Diintervensi

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta meninjau langsung pelaksanaan tes CAT psikologi rekrutmen calon anggota Polri di Poltekkes Mamuju, Rabu (29/4/2026), memastikan proses seleksi berjalan transparan dan bebas intervensi. (Dok. Humas Polda Sulbar)

MAMUJU – Kapolda Sulawesi Barat (Sulbar) Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta meninjau langsung pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) psikologi dalam rangka rekrutmen calon anggota Polri di Poltekkes Mamuju, Rabu (29/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi para pejabat utama Polda Sulbar. Ia memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis dan Objektif (BETAH), sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.

Bacaan Lainnya

Irjen Pol Adi Deriyan menegaskan bahwa sistem CAT yang digunakan dalam proses seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun, termasuk dirinya.

“Hari ini kalian mengikuti tes CAT psikologi yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Pelaksanaan tes ini tidak ditentukan oleh Kapolda atau panitia, melainkan ditentukan oleh usaha dan kemampuan diri kalian sendiri. Sistem ini tidak bisa diatur atau diintervensi, jadi jangan percaya jika ada yang menjanjikan bisa meloloskan dengan cara titipan, itu tidak benar,” tegas Kapolda.

Ia menjelaskan, setelah peserta menyelesaikan tes, hasil nilai akan langsung muncul secara otomatis. Panitia hanya berperan dalam pengawasan dan pelayanan tanpa kewenangan untuk mengubah hasil.

Selain itu, Kapolda juga memberikan sejumlah arahan teknis kepada peserta agar dapat mengerjakan soal dengan maksimal. Di antaranya tetap fokus, tidak gugup, membaca soal dengan teliti, serta memahami batas nilai minimal (passing grade) sebesar 61.

“Saat ini penerimaan Polri menggunakan sistem CAT. Bahkan saya sendiri tidak bisa meluluskan peserta jika nilainya belum memenuhi standar. Jadi, percayalah pada kemampuan diri sendiri, berdoa dan berikan hasil terbaik,” tutup Kapolda.

Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Sulbar dalam memastikan proses rekrutmen calon anggota Polri berlangsung bersih, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *