Polman – Ponpes Salafiyah Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, Provinsi Sulbar, menggelar pelatihan pengembangan kewirausahaan pemuda pesantren, bagi para maha santri, 24 Desember 2023.
Kegiatan ini, bertujuan mempersiapkan santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan berwirausaha di era digital.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Busrah, Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN), dengan materi bertajuk “Gen Z dan Usaha Merebut Peran di Dunia Usaha”.
Busrah menyampaikan, bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi wirausaha sukses, jika mampu memadukan nilai-nilai pesantren dengan peluang di era modern.
Menurutnya, santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu dibekali pemahaman kewirausahaan agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Ilmu agama adalah pondasi, tetapi keterampilan berbisnis akan menjadi senjata santri untuk bertahan di dunia yang semakin kompetitif,” ujar Busrah.
Ia juga menjelaskan, bahwa modal dasar santri dalam berwirausaha, yakni ketekunan, kemandirian dan nilai amanah, yang ditanamkan di pesantren menjadi keunggulan santri dalam membangun usaha.
“Santri terbiasa hidup disiplin dan sederhana. Ini adalah modal berharga untuk menjadi pengusaha yang ulet dan dipercaya,” tambahnya.
Memahami Perilaku Gen Z di era digital, santri diajak untuk memanfaatkan teknologi dan menganalisis data perilaku konsumen Gen Z, seperti kebiasaan belanja online dan tren pasar digital.
“Dengan memahami preferensi generasi muda, santri bisa menciptakan produk atau jasa yang relevan dan kompetitif,” jelas Busrah.
Sementara itu, salah seorang peserta Ahmad, menyampaikan apresiasi atas adanya pelatihan tersebut. Ia mengaku bahwa selama ini sebagai santri dirinya hanya terfokus belajar tentang ilmu keagamaan.
“Selama ini kami fokus pada ilmu agama, tapi pelatihan ini membuka wawasan bahwa santri juga bisa menjadi pengusaha sukses tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.” tutur Ahmad.(*)






