Respons Salim Soal Dugaan Salah Tangkap Polisi di Polman : Harus Diusut Tuntas 

Wagub Sulbar, Salim S.Mengga.

Sulbar – Wagub Sulbar, Salim S.Mengga, menanggapi dugaan salah tangkap personel kepolisian, saat pelaksanaan ekseskusi lahan sengketa di Dusun Palludai, Desa Katumbangan Lemo, Kabupaten Polman.

Diketahui, peristiwa dugaan salah tangkap tersebut, dialami Kepala puskesmas Kecamatan Alu, Jamaluddin, hingga mengakibatkan luka serius dibagian kepala dan menjalani operasi di RSUD Polman.

Bacaan Lainnya

Atas hal itu, Salim mengaku prihatin menyampaikan keprihatinannya yang mendalam dan menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban serta kejelasan hukum yang adil dan transparan.

“Apa dia justru dianiaya ketika berada di Polres? Ini harus diusut tuntas. Jika benar, ini bentuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia,” ungkap Salim dalam keterangannya, Sabtu, 05/07/25

Ia juga menduga, bahwa kemarahan oknum petugas bisa saja terjadi akibat adanya anggota polisi yang terluka dalam bentrok saat eksekusi lahan di Palludai. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemarahan atau tindakan balasan di luar prosedur hukum adalah pelanggaran.

“Yang bersangkutan harus dijaga. Jangan sampai ada upaya dari oknum aparat, yang mencoba memutarbalikkan fakta, seakan korban bagian dari kelompok yang menolak eksekusi lahan,” tegasnya.

Lebih lanjut purnawirawan jenderal TNI AD itu juga menuturkan, apabila nanti korban sudah pulih dan bisa memberikan keterangan, penting agar kesaksian itu didengar secara objektif.

“Kalau terbukti mengalami kekerasan, keluarga harus melapor ke Kompolnas dan Komnas HAM. Negara harus hadir dan menjamin keadilan bagi setiap warganya tanpa pandang bulu,” tegasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *