MAMUJU – RSUD Provinsi Sulawesi Barat memperkuat layanan kesehatan dengan menjalin kerja sama bersama 14 dokter kontrak, terdiri dari dua dokter spesialis dan 12 dokter umum. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan mutu serta kesinambungan pelayanan medis bagi masyarakat Sulawesi Barat.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/2/2026) di ruang rapat Bidang Perencanaan dan Pengembangan RSUD Sulbar. Dua dokter spesialis yang dikontrak masing-masing berasal dari bidang Spesialis Mata dan Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).
Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi penguatan pelayanan kesehatan, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah melalui program Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, khususnya pada pilar pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
“Profesionalisme dokter menjadi kunci utama. Identitas jas balutan putih bukan sekadar simbol, tetapi amanah kepada pasien untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar Musadri.
Ia menegaskan, RSUD Sulbar memprioritaskan pelayanan pasien gawat darurat dan pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD), termasuk pasien yang datang tanpa sistem rujukan. Menurutnya, keselamatan dan kepuasan pasien harus selalu menjadi orientasi utama pelayanan.
Selain itu, seluruh dokter diminta responsif terhadap kebutuhan pasien. Apabila terdapat obat yang tidak tersedia di rumah sakit, manajemen akan memfasilitasi pengadaan melalui layanan kurir agar pengobatan tetap berjalan optimal.
“Tugas-tugas khusus seperti pendampingan gubernur atau keterlibatan dalam tim kesehatan akan dilengkapi dengan surat tugas dan SPPD sesuai ketentuan,” katanya.
Untuk masa kerja, PKS dokter umum berlaku selama tiga bulan dan akan dievaluasi, terutama bagi dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis. Sementara itu, dokter spesialis menandatangani kontrak selama enam bulan dengan peluang perpanjangan hingga satu tahun.
Dengan penambahan tenaga medis ini, RSUD Sulbar optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara profesional dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Barat.(*)






