MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, menegaskan bahwa tidak ada istilah kedekatan dengan pimpinan sebagai jalan pintas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meraih jabatan maupun penilaian baik. Menurutnya, ukuran utama dalam birokrasi adalah prestasi dan kinerja nyata.
Pernyataan tegas itu disampaikan Salim saat tampil dalam Talk Show Forum Panca Daya bersama TVRI Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Selasa (2/9/2025). Acara yang dipandu Andi Icha Hardy ini membahas lima misi strategis Pemprov Sulbar, salah satunya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut, Salim menekankan pentingnya peningkatan kualitas ASN agar lebih profesional dan bertanggung jawab. Pemprov Sulbar, kata dia, bahkan memberi ruang bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 serta mengikuti Diklatpim guna memperkuat kapasitas.
“Bagaimana ASN kita bisa lebih bertanggung jawab dan profesional? Kita beri kesempatan mereka kuliah S2, kita dorong ikut Diklatpim untuk meningkatkan kualitas,” tegas Salim.
Ia pun mengingatkan seluruh pejabat struktural, khususnya eselon II, untuk tidak mengandalkan kedekatan personal dengan gubernur maupun wakil gubernur.
“Silakan bekerja dengan baik. Saya dan Pak Gubernur akan menilai seadil-adilnya. Tidak ada istilah dekat dengan Pak Gub, tidak ada dekat dengan Pak Wagub. Kalau prestasi bagus, maka saya akan bilang bagus,” ujarnya menegaskan.
Meski begitu, Salim juga menekankan pentingnya prinsip pembinaan bagi ASN yang melakukan kesalahan.
“Tidak boleh ada orang dihukum seumur hidup. Tujuan hubungan atasan dan bawahan itu pembinaan, bukan pembinasaan,” tandasnya.
Dengan sikap tegas ini, Pemprov Sulbar berkomitmen menciptakan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bersih.(*)






