Mamuju – Sekda Kabupaten Mamuju, Suaib, menyayangkan rendahnya kunjungan masyarakat ke Posyandu ditengah gencar-gencarnya pemerintah dalam upaya menangani angka stunting.
Pernyataan itu diutarakan, mengingat hingga per tanggal 24 Juni 2024 angka kunjungan di Posyandu se Kabupaten Mamuju masih berada diangka 64,8 persen, Angka ini bahkan menjadi yang terendah di Provinsi Sulbar.
“Kita ini agak lain, kita ibu kota Sulbar tapi justru kita yang belum dapat meningkatkan capaian ini,” ucap Suaib, saat menghadiri Rakor Pokjanal Posyandu, di Hotel Aflah Mamuju, Rabu,26/06/24.
“Jadi saya mohon ini jadi perhatian kita semua. Besok saya akan mulai evaluasi langsung ke lapangan untuk melihat intervensi dalam mendorong peningkatan angka kunjungan ke posyandu,” sambungnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya data angka kunjungan ke posyandu, adalah tidak validnya data sasaran yang telah banyak berubah namun tidak kunjung dilakukan validasi terbaru.
“Sehingga, masih terdapat keluarga sasaran yang harusnya sudah tidak terhitung karena sudah pindah domisili, namun nyatanya masih menjadi pembagi dalam hitungan angka kunjungan,” ujarnya
Olehnya itu, ia meminta agar data tersebut segera diperbaharui, sehingga data tersebut valid.
“Saya minta ini segera di update ulang datanya dan saya mau ini yang real yang kita catat, supaya data yang nanti kita input adalah benar kondisi terakhir di wilayah Posyandu masing-masing.” pintanya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Simboro, M.Akbar yang wilayahnya juga mendapat raport merah, mengaku bingung atas data yang dianggap perlu untuk diperbaharui.
“Kami sudah sering menyampaikan agar data ini harus segera di update, libatkan kepala lingkungan, lurah maupun kepala desa yang tentu mengetahui betul kondisi warganya, selebihnya tugas ini tentu akan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, agar saling mendukung dan terintegrasi dengan baik,” tutur M.Akbar.(*)






