MAMUJU, editorial9.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, mengandalkan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penopang ekonomi daerah di tengah perlambatan ekonomi akibat krisis global. Optimisme itu disampaikannya saat membuka Festival Rakyat Nusantara 2026 di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Kamis (9/7/2026) malam.
Mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Junda Maulana secara resmi membuka festival yang akan berlangsung selama 10 hari. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Polda Sulbar, Korem 142/Tatag, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulbar, Pemerintah Provinsi Sulbar, serta Pemerintah Kabupaten Mamuju.
Dalam sambutannya, Junda Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga Festival Rakyat Nusantara 2026 dapat terselenggara dengan baik.
“Hari ini Festival Rakyat Nusantara 2026 dapat terselenggara berkat kolaborasi antara Polda, Korem, Kadin, serta Pemkab Mamuju. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Junda Maulana.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui keterlibatan para pelaku UMKM.
“Tentu kegiatan ini sangat berarti. Pertama sebagai ajang silaturahmi, dan yang kedua menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Junda menilai keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi, terutama ketika kondisi ekonomi global sedang mengalami perlambatan.
“Di tengah lesunya ekonomi akibat krisis global, peran UMKM sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian daerah, khususnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Junda Maulana.
Ia juga menegaskan kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada pembukaan festival merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami dari unsur Forkopimda hadir untuk membuka acara sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan festival ini. Harapannya seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai,” ujarnya.
Junda optimistis Festival Rakyat Nusantara 2026 akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian Sulawesi Barat. Banyaknya pelaku UMKM yang terlibat diyakini akan mendorong meningkatnya jumlah pengunjung dan transaksi ekonomi selama pelaksanaan festival.
“Kita melihat banyak pelaku UMKM yang berpartisipasi. Insya Allah memasuki hari kedua, ketiga, dan seterusnya pengunjung akan semakin ramai sehingga dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat juga akan semakin besar,” tutur Junda Maulana.(*)






