MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) memperkuat sinergi dengan TVRI Sulawesi Barat dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah kepada masyarakat. Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Provinsi Sulbar, Rabu (14/1/2026).
Audiensi itu dihadiri Sekretaris Provinsi Sulbar Junda Maulana, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Sulbar Muhammad Ridwan Djafar, Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Media Dian Afrianty, serta Kepala Stasiun TVRI Sulbar Mahyar.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sulbar menyampaikan apresiasi kepada TVRI atas kepemilikan hak siar Piala Dunia. Tayangan tersebut dinilai menjadi sarana hiburan yang edukatif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Barat.
Selain itu, kedua pihak membahas rencana menghidupkan kembali program Dialog Panca Daya yang akan disiarkan melalui TVRI Sulbar. Program dialog tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya, dengan konsep yang diperkuat melalui penyusunan tema-tema yang lebih spesifik serta pembagian narasumber sesuai bidang dan isu strategis pembangunan daerah.
Kepala Dinas Kominfo Sulbar Muhammad Ridwan Djafar mengatakan, Dialog Panca Daya memiliki peran penting sebagai media komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat.
“Dialog Panca Daya diharapkan menjadi ruang komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Melalui tema yang lebih fokus dan narasumber yang relevan, informasi terkait kebijakan, arah pembangunan, dan program prioritas Pemprov Sulbar dapat tersampaikan secara utuh,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, ke depan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Sekretaris Daerah, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) akan dilibatkan sebagai narasumber. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan langsung kepada publik dari para pengambil kebijakan.
Melalui kolaborasi ini, Pemprov Sulbar berharap TVRI Sulbar terus menjadi mitra strategis dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta memperluas jangkauan penyampaian program dan visi pembangunan daerah kepada masyarakat Sulawesi Barat.(*)






