Soal Dugaan Pelecehan Seksual Oknum PPK, Ketua HMI Polman Bilang Begini 

Ketua HMI Polman, Muhammad Ridwan.(Dok : Net)

Polman – Ketua HMI Cabang Polewali Mandar, Muhammad Ridwan memberikan tanggapannya terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Ridwan menilai, isu pelecehan seksual adalah isu yang menempati posisi yang sangat krusial untuk menjadi respon semua pihak, karna tak jarang informasi tentang dugaan adanya pelecehan seksual ini mendapatkan posisi yang nir empati, diperburuk dengan posisi sosial kemasyarakatan yang masih sangat patriarkal.

Bacaan Lainnya

“Bagi saya, informasi adanya dugaan pelecehan seksual juga perlu dipandang sebagai sesuatu yang benar, sampai putusan atas laporan ini terbukti benar atau tidaknya, diproses pengadilan yang berkekuatan hukum tetap nantinya,” ucap Ridwan, via WhatsApp Jumat, 28/06/24.Malam.

Namun melihat kondisi yang berkembang, ia menilai proses terhadap dugaan kasus tersebut, telah mulai berproses diranah hukum, dengan adanya aduan atau laporan yang dilayangkan oleh terduga korban.

“Dan secara bertahap pemanggilan saksi juga telah dilakukan oleh penyidik yang berwenang. Dan juga, saya kira secara bertahap proses klarifikasi oleh terduga pelaku juga segera dilaksanakan oleh pihak berwajib,” ungkapnya.

Olehnya itu, ia mengajak seluruh elemen terkait, untuk mengawal kasus tersebut, agar mendapat titik terang, sembari  memberi support ke terduga korban dalam kasus ini, dengan terus memberikan ruang aman untuk dapat bercerita, tanpa tekanan maupun intervensi.

“Intinya, adalah mari kita sama-sama mengawal proses hukum yang sedang dan akan berjalan tanpa membangun upaya-upaya lain yang dapat membuat kondisi yang tidak kondusif,” ujarnya.

Adapun mengenai bagaimana sikap kelembagaan tempat terduga pelaku dan korban bekerja, kata Ridwan instansi tersebut dalam hal ini KPU Kabupaten Polman, memiliki mekanisme internal tersendiri.

“Tentang kode etik atau pelanggaran lain yang dapat dikenakan, maka biarkan putusan itu dibahas secara internal sembari kita sebagai bagian dari publik, yang terus memantau perkembangan yang ada,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *