Sulbar Genjot Ekonomi Biru untuk Tumbuhkan Ekonomi 8 Persen

Suasana pelaksanaan SAQBE Forum 2025 di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju (Dok. Humas Pemprov Sulbar).

MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) mendorong pengembangan ekonomi biru sebagai strategi utama pembangunan daerah.

Plt. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Bapperida Sulbar, Muh. Saleh, menegaskan hal itu saat menjadi narasumber dalam Sandeq Business, Investment, and Economic (SAQBE) Forum 2025 yang digelar Bank Indonesia Sulbar di Ballroom Grand Maleo Hotel, Kamis (25/9/2025).

Bacaan Lainnya

“Target kita jelas, pada 2030 pertumbuhan ekonomi Sulbar diharapkan mencapai 7–8 persen. Optimalisasi sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu kunci,” kata Saleh.

Ia mengungkapkan, ekonomi Sulbar pada Triwulan II 2025 tumbuh 4,29 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Sementara kontribusi sektor pertanian masih dominan dengan 46,11 persen PDRB, disusul perikanan 11,06 persen yang dinilai punya potensi besar untuk dikembangkan.

Sulbar memiliki modal besar untuk menggerakkan ekonomi biru, yakni laut seluas 19.848 km², garis pantai 663 km, serta 41 pulau dengan 17 kawasan konservasi. Komoditas unggulannya meliputi tuna, tongkol, cakalang, kakap, kerapu, layang, hingga udang vaname.

Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menambahkan, pengembangan ekonomi biru sudah masuk dalam RPJPD dan RPJMD Sulbar sebagai strategi jangka panjang hingga 2045. Roadmap pembangunan dibagi dalam empat tahap, mulai dari penguatan fondasi, peningkatan sarana prasarana, hilirisasi, hingga ekspansi dan daya saing regional.

“Sulawesi Barat punya modal alam dan sosial yang luar biasa—laut yang luas, nelayan tangguh, dan komoditas unggulan. Tantangan daya saing memang tidak bisa diselesaikan instan, tapi ekonomi biru adalah jalan strategis untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan sekaligus keberlanjutan,” ujar Junda.

Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari OPD, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat pesisir, untuk menjadikan ekonomi biru sebagai wajah baru pembangunan Sulbar.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *