MAMUJU – editorial9.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempercepat berbagai persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 yang akan dipusatkan di Kabupaten Mamuju. Pemantapan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat pemantapan yang digelar Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Barat di Ruang Rapat Biro Pemerintahan dan Kesra, Kamis, 25 Juni 2026.
Rapat yang menjadi pertemuan terakhir menjelang pelaksanaan MTQ itu dibuka Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil. Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Hadir dalam rapat tersebut Kabid Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat Misbahuddin, staf Bimas Islam Kemenag Sulbar, Ketua Panitia MTQ Faisal, Sekretaris Dewan Hakim, Ketua Marawis dan pengisi acara, H. Haerul selaku penanggung jawab Event Organizer (EO), serta seluruh panitia pelaksana MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026.
Dalam arahannya, Murdanil menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ merupakan agenda penting daerah yang tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga sarana pembinaan generasi Qurani di Sulawesi Barat.
Menurut dia, koordinasi dan kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat, terutama untuk mendukung aspek teknis penyelenggaraan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif instansi terkait dalam pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi kegiatan, serta kesiapan layanan kesehatan.
“Kita ingin pelaksanaan MTQ berjalan sukses, aman, tertib dan lancar. Untuk itu diperlukan dukungan seluruh pihak, khususnya terkait pengaturan lalu lintas, keamanan, dan kesehatan selama kegiatan berlangsung,” ujar Murdanil.
Sementara itu, Misbahuddin menyampaikan bahwa jumlah peserta MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 yang telah terdata sebanyak 116 orang yang berasal dari kabupaten se-Sulawesi Barat.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan keamanan selama pelaksanaan MTQ. Menurutnya, sebagian besar dewan hakim yang akan bertugas merupakan tokoh-tokoh senior yang telah berusia lanjut dan sebagian besar telah memasuki masa pensiun, sehingga dukungan pelayanan kesehatan perlu dipersiapkan secara maksimal.
“Jumlah peserta yang telah terdata sebanyak 116 orang. Selain itu, kesiapan layanan kesehatan dan pengamanan perlu menjadi perhatian bersama karena sebagian besar dewan hakim yang bertugas merupakan tokoh senior yang sudah berusia lanjut. Oleh karena itu, fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus benar-benar siap mendukung pelaksanaan MTQ,” kata Misbahuddin.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia MTQ, Faisal, memaparkan perkembangan kesiapan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa berbagai aspek penyelenggaraan telah dipersiapkan secara matang, mulai dari kesiapan arena dan venue perlombaan, akomodasi peserta dan dewan hakim, konsumsi, transportasi, perlengkapan lomba, kesiapan acara pembukaan dan penutupan, hingga koordinasi dengan Event Organizer dan seluruh bidang kepanitiaan.
Faisal mengatakan panitia terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan MTQ dapat terpenuhi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui rapat pemantapan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Tahun 2026 dapat berlangsung sukses sekaligus menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di daerah.(*)






