Sulbar Raih TPID Terbaik se-Sulawesi 2025, Kantongi Potensi Insentif Rp786 Miliar

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali mencatatkan prestasi nasional. Pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat (28/11/2025), Sulbar dinobatkan sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 untuk kawasan Sulawesi.

Penghargaan tersebut menempatkan Sulbar sebagai provinsi dengan kinerja pengendalian inflasi paling efektif di antara lima provinsi lainnya di Pulau Sulawesi.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Alhamdulillah, sepanjang 2025 pengendalian inflasi kita bagus. Kita tidak pernah keluar dari range tinggi dan selalu berada dalam rentang ideal pengendalian,” ujar Junda usai menghadiri Musyawarah Korpri Sulbar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Senin (1/12/2025).

Ia menambahkan, penilaian TPID tidak hanya melihat stabilitas inflasi, tetapi juga unsur kolaborasi lintas sektor.

“Yang dinilai juga adalah kinerja kolaboratif kita, bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga TNI, Polri, masyarakat, dan lembaga lain. Semua berkontribusi sehingga kinerja pengendalian inflasi kita dinilai baik,” kata Junda.

Berpotensi Kantongi Insentif Fiskal Rp786 Miliar

Dikutip dari Tirto.id, dalam forum PTBI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan pemberian insentif fiskal kepada daerah yang memenangi TPID Awards 2025. Total nilai insentif yang disiapkan mencapai Rp786 miliar.

Airlangga menyampaikan usulan itu langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami berharap arahan Bapak Presiden, selanjutnya daerah yang mendapatkan award ini mohon dapat diberikan insentif fiskal,” ujarnya dalam sesi sambutan PTBI.

Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai kesiapan anggaran. “Dananya tersedia, jumlahnya tidak terlalu besar—sekitar Rp786 miliar yang dibagi jadi insentif,” ujarnya.

Menurut Airlangga, insentif fiskal merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang mampu menjaga stabilitas harga dan mendorong digitalisasi ekonomi daerah.

“Ini merupakan dukungan pemerintah kepada daerah yang telah menjaga stabilitas harga dan digitalisasi,” tuturnya.

Bukti Pengelolaan Inflasi Sulbar Makin Kuat

Penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik menjadi bukti bahwa kebijakan pengendalian inflasi Sulbar selama 2025 berjalan efektif. Di bawah arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, inflasi Sulbar terjaga stabil di tengah dinamika harga pangan dan energi.

Prestasi ini sekaligus menguatkan posisi Sulbar sebagai daerah dengan koordinasi pengendalian inflasi yang solid, mulai dari level pemerintah daerah hingga aparat keamanan dan masyarakat.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *