Sumur Mengering, 42.000 Warga Pasangkayu Terancam Krisis Air

BPBD Sulawesi Barat mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Sulawesi Barat. Bantuan ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau. (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

PASANGKAYU, editorial9.com –Sebanyak 42.200 jiwa atau 11.488 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, terdampak kekeringan yang menyebabkan sebagian besar sumur warga mengering. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Data tersebut berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sulawesi Barat pada Rabu (7/10/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam laporan tersebut, kekeringan dikaitkan dengan fenomena El Niño yang menyebabkan curah hujan sangat rendah dalam waktu cukup panjang sehingga cadangan air tanah menipis.

BPBD Kabupaten Pasangkayu mengidentifikasi 17 desa dan kelurahan yang terdampak. Sementara itu, potensi kelangkaan air bersih diperkirakan dapat meluas ke 12 kecamatan, 59 desa, dan empat kelurahan.

Sejumlah sumur warga dilaporkan mengering. Adapun sumur yang masih memiliki air hanya menyisakan debit terbatas, bahkan airnya dalam kondisi keruh.

Situasi tersebut menyulitkan warga memperoleh air untuk minum, memasak, mandi, dan mencuci. Sebagian masyarakat terpaksa membeli air bersih sehingga menambah beban pengeluaran rumah tangga.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat apabila kebutuhan air bersih tidak segera terpenuhi.

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah mengatakan, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu untuk memastikan kondisi terkini warga terdampak dan kebutuhan penanganan di lapangan.

“Informasi ini menjadi perhatian kita bersama. BPBD Sulawesi Barat akan memastikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu berjalan dengan baik, terutama untuk mengetahui kebutuhan riil masyarakat di setiap lokasi terdampak,” kata Yasir.

Menurut Yasir, langkah penanganan dilakukan sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam laporan kebutuhan mendesak, BPBD Kabupaten Pasangkayu mengusulkan sejumlah peralatan untuk mendukung penanganan kekeringan.

Kebutuhan itu meliputi lima unit mesin Alkon untuk membantu distribusi air, lima tandon berkapasitas 1.200 liter, serta selang fleksibel berdiameter besar sepanjang 60 meter.

Selain itu, BPBD Pasangkayu membutuhkan 20 unit mesin bor sumur dalam untuk mendukung penyediaan sumber air bersih, 10 unit pompa air pertanian untuk membantu kebutuhan air petani sawah, dan lima unit generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan.

Peralatan tersebut dibutuhkan untuk mendukung operasional penanganan kekeringan dan membantu masyarakat memperoleh akses air.

BPBD Sulawesi Barat menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi melalui Pusdalops serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasangkayu dan pemerintah daerah setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi terdampak dapat diidentifikasi dan penanganan kekeringan berjalan secara terarah.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *