Mamuju – Masjid Suada Kabupaten Mamuju yang dibangun kembali usai luluh lantak akibat gempa 6’2 SR 2021 silam, akhirnya diresmikan, Jumat, 07/03/25.
Peresmian itu, ditandai dengan penyerahan oleh pelaksana pembangunan Balai Prasarana Permukiman (BPPW) Sulawesi Barat ke Pemkab Mamuju, Jum’at,07/04/25.
Momentum tersebut, menandai tuntasnya pembangunan masjid ikon kebanggaan masyarakat Mamuju. Semakin istimewa pasalnya bertepatan dengan hari ulang tahun ke-41 bupati Mamuju, Sutinah Suhardi.
Dalam sambutannya, Sutinah menceritakan kilas balik pasca gempa hebat awal Januari 2021 lalu. Dirinya saat itu, langsung turun mengecek bangunan yang terdampak gempa. Dan Masjid Suada, termasuk ke dalam salah satu bangunan paling rusak, namun tidak masuk list Kementerian PUPR untuk direhab.
“Saat itu, saya langsung terbang ke Jakarta untuk menemui pemangku kebijakan di Kementerian PUPR. Kembali ke Mamuju, Ibu Dirjen Cipta Karya (sekarang menjabat Wamen PUPR) Diana Kusumastuti, sedang di Mamuju untuk melakukan peninjauan,” ucap Sutinah.
“Sekali lagi saya bermohon, untuk memasukkan masjid besar Suada ke dalam list rehab. Prosesnya alot, mengingat anggarannya hampir 100M. Tapi mungkin karena faktor psikologis sebagai sesama perempuan, akhirnya saya diminta melengkapi dokumen dan masuk list,” sambungnya.
Selain itu ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya ke pihak balai, yang selain mewujudkan rehabilitasi masjid raya Suada, juga memberi keleluasaan kepada Bupati Mamuju, untuk mendesain sendiri model hingga ke pilihan warna masjid. Sutinah memilih warna putih sebagai perlambang kesucian hati.
“Saya berharap, masjid kita ini bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya untuk digunakan sebagai tempat ibadah, melainkan nanti kita bisa manfaatkan untuk keperluan lain dalam pembinaan keagamaan, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” tutupnya.(*)






