Mamuju – Program untuk meningkatkan kebersihan toilet di sekolah-sekolah se Provinsi Sulawesi Barat terus berlanjut dan berjalan dengan sukses.
Tim Satgas Program Toilet Bersih yang dipimpin oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar telah menyelesaikan penilaian terhadap ratusan sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMK di enam kabupaten di wilayah tersebut.
Sebanyak 36 sekolah di Sulbar telah berhasil memenuhi kriteria sebagai sekolah sehat dan mendapatkan penghargaan dari Pj Gubernur Sulawesi Barat untuk edisi Januari 2024.
Program ini mendapatkan dukungan penuh dari kepala dinas, Murniani, yang menegaskan pentingnya kebersihan toilet sebagai bagian dari fasilitas publik yang harus diperhatikan dengan serius.
“Kebersihan toilet sekolah, tidak hanya mencerminkan kualitas pelayanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kenyamanan siswa dalam belajar,” ucap Murniani, Senin,12/02/24.
Dinas Pendidikan Mamuju telah melibatkan seluruh sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA untuk berpartisipasi dalam program ini. Langkah-langkah konkret termasuk penilaian dan penghargaan untuk sekolah yang berhasil memenuhi standar toilet bersih sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.
“Hingga saat ini, kami telah melihat progres positif dari sekolah-sekolah di Mamuju dalam menjaga kebersihan toilet mereka. Ini adalah langkah awal yang baik menuju lingkungan belajar yang lebih sehat,” ungkapnya.
Enam sekolah di Kabupaten Mamuju telah menerima predikat sekolah terbersih edisi Januari 2025 dari Pemprov Sulbar, yakni TK Kumala
Bhayangkari, SDN Bulutakkang Simboro, SMPS IT Buah Hati, SLBN Pembina, SMA N Kalukku, dan SMKN 1 Rangas.
Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria tolsih yang telah disepakati antara Dinas Kesehatan dan Disdikbud Sulbar, mengacu pada Permendiknas nomor 24 tahun 2007 dan Permenkes nomor .2 tahun 2023.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Provinsi Sulbar, Mithhar Thala Ali, menyampaikan kebanggaannya atas capaian ini.
“Alhamdulillah, tim Satgas Program Toilet Bersih telah menyelesaikan penilaian untuk semua jenjang pendidikan di Sulbar. Kami akan terus melakukan penilaian secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program ini,” tutur Mithhar.(*)






