MAMUJU – Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Salim S Mengga menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2025 Masehi di Masjid Baiturrahman, Karema Selatan, Kabupaten Mamuju, Sabtu (8/11/2025). Acara yang diselenggarakan Yayasan Puang Ri Panreng Persatuan Pengamal Tharikat Islam Naqsyabandiyah Sulbar ini turut dihadiri para ulama, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Salim S Mengga menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ia menyebut akhlak mulia Nabi Muhammad sebagai mukjizat terbesar yang menjadi sumber keadilan dan keteladanan bagi umat Islam.
“Maulid memperingati kelahiran Rasulullah. Bagi saya, mukjizat terbesar yang dimiliki beliau adalah akhlaknya. Andaikata para ulama, pemerintah, tentara, dan polisi bisa meneladani akhlak Rasulullah, maka negara ini akan adil. Tidak akan ada penyalahgunaan kekuasaan,” kata Salim S Mengga.
Wagub Sulbar ini juga menyoroti gaya kepemimpinan Rasulullah yang sederhana namun berwibawa. Ia menilai kesederhanaan dan keadilan Nabi adalah fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih dan beretika.
“Rasulullah sebagai pemimpin hidupnya sederhana, tidak punya istana seperti pemimpin dunia. Itulah yang harus kita teladani,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Salim juga membagikan kisah Nabi Musa AS yang ditegur Allah karena menolak memberi makan seorang majusi. Dari kisah tersebut, ia mengajak masyarakat untuk menebar kebaikan tanpa memandang latar belakang agama maupun status sosial.
“Berbuat baik itu nilainya luar biasa. Tidak memilih siapa dia, apakah seorang muslim atau bukan. Itulah hakikat akhlak mulia,” tutur Salim.
Menutup sambutannya, Wagub Sulbar mengajak masyarakat menjadikan kejujuran dan akhlak mulia sebagai pondasi utama pembangunan daerah.
“Gunakan sisa umur kita selagi masih kuat untuk berbuat baik, sekecil apa pun itu. Kalau ucapan, perilaku, dan tindakan kita benar, itulah jujur. Kalau kita mau Sulbar baik, mari kita sama-sama,” tegasnya.
Salim menambahkan, keberhasilan pembangunan Sulbar membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Pak Salim Mengga dan Pak Suhardi Duka tidak mungkin bisa memperbaiki Sulbar tanpa dukungan seluruh masyarakat,” pungkasnya.(*)






