70 Profesor Sulbar Siap Susun Naskah Akademik, SDK: Penting untuk Kebijakan Daerah

Suhardi Duka memimpin rapat bersama jajaran terkait di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, membahas penguatan sinergi dengan Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat Indonesia untuk mendukung penyusunan kebijakan daerah berbasis kajian akademik. Dok. Humas Pemprov Sulbar.

MAMUJU — Suhardi Duka menerima kunjungan Muhammad Amri bersama rombongan di ruang kerjanya di Kantor Gubernur, Senin (11/5/2026). Pertemuan itu membahas pembentukan Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat Indonesia sebagai wadah berhimpunnya para profesor asal Sulbar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Forum tersebut kini menghimpun sekitar 70 profesor asal Sulawesi Barat yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kehadirannya diharapkan menjadi ruang kontribusi pemikiran strategis untuk membantu pemerintah daerah menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Bacaan Lainnya

Muhammad Amri mengatakan, forum itu tidak hanya menjadi tempat silaturahmi para akademisi, tetapi juga disiapkan untuk mendukung lahirnya kebijakan berbasis kajian ilmiah.

“kami telah berkomitmen kepada Bapak Gubernur untuk membantu memberikan pemikiran strategis terkait berbagai isu sumber daya yang berkembang di Sulbar, termasuk mempersiapkan naskah akademik yang bisa menjadi salah satu instrumen dasar dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Selain itu, forum tersebut juga akan menggelar silaturahmi nasional profesor asal Sulawesi Barat pada Agustus 2026. Agenda itu direncanakan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat.

Menurut Amri, Gubernur memberi dukungan penuh terhadap pembentukan forum tersebut. Pemerintah daerah menilai kehadiran para akademisi sangat penting untuk memberi masukan terhadap isu-isu strategis di daerah.

“Bapak Gubernur sangat merespon dan memberi apresiasi terhadap kunjungan kami. Beliau berharap organisasi ini dapat membantu pemerintah daerah, bukan hanya di provinsi tetapi juga di kabupaten,” katanya.

Saat ini, forum profesor itu juga mulai melakukan roadshow ke sejumlah daerah di Sulbar seperti Polewali Mandar dan Majene. Kunjungan selanjutnya dijadwalkan ke Mamuju, Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamasa.

Lewat komunikasi dengan pemerintah daerah, forum tersebut akan menggali persoalan-persoalan krusial yang membutuhkan kajian akademis. Hasilnya diharapkan menjadi bahan rekomendasi untuk memperkuat arah pembangunan daerah.

“Kami akan mengusulkan berbagai kebutuhan daerah. Karena itu kami akan melakukan brainstorming dengan para bupati terkait hal-hal krusial yang membutuhkan pemikiran akademis,” jelasnya.

Forum Komunikasi Profesor Sulawesi Barat Indonesia diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih terukur, berbasis data, dan sesuai kebutuhan masyarakat di Sulbar.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *