POLMAN — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mulai memoles kawasan Alun-Alun Kota Polewali melalui penataan kios-kios pedagang, guna mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) keluar dari kondisi lesu dan kembali berjualan.
Langkah ini dilakukan melalui peninjauan lapangan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisperindagkopUKM) Polman yang dipimpin Agusnia Hasan Sulur bersama Kepala Bidang Perdagangan Fatriasmal dan jajaran staf, Selasa (21/4/2026).
Agusnia mengatakan, penataan kawasan alun-alun tidak hanya bertujuan memperbaiki tampilan, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
“Penataan ini bukan sekadar mempercantik kawasan, tetapi bagaimana alun-alun bisa menjadi pusat ekonomi yang tertib dan produktif,” ujar Agusnia di sela peninjauan.
Menurut dia, kondisi sejumlah kios yang tidak lagi aktif menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera dibenahi agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pelaku usaha.
“Kami ingin kios-kios yang sempat kosong atau tidak beroperasi bisa kembali digunakan, sehingga aktivitas ekonomi di kawasan ini kembali bergerak,” katanya.
Selain penataan fisik, DisperindagkopUKM juga melakukan pembinaan langsung kepada pelaku UMKM, khususnya yang mengalami penurunan omzet dalam beberapa bulan terakhir.
“Kami turun langsung untuk melihat kondisi pelaku usaha dan memberikan dorongan agar mereka bisa bangkit dan kembali berjualan,” ucapnya.
Ia menambahkan, pendekatan langsung di lapangan penting dilakukan agar pemerintah dapat memahami kendala yang dihadapi pelaku usaha secara nyata.
“Dengan komunikasi yang intens, kami berharap solusi yang diberikan bisa tepat sasaran dan membantu UMKM berkembang,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap, melalui penataan dan pembinaan yang berkelanjutan, Alun-Alun Kota Polewali dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi yang lebih hidup, tertib, dan nyaman.
“Kami ingin kawasan ini menjadi ruang publik yang produktif sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di Polewali Mandar,” tutur Agusnia.(*)






