Polman – Aliansi Mahasiswa Pemuda Provinsi Sulawesi Barat (AMPAS Sulbar), menyoroti kebijakan PJ Bupati Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Ilham Borahima.
Presidium AMPAS Sulbar, Asrul Ruslan, mengatakan dimasa pemerintahan Ilham Borahima sebagai PJ Bupati Polman, pihaknya menemukan banyak dugaan penyalahgunaan anggaran.
“AMPAS Sulbar, menyayangkan banyaknya dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilakukan PJ Bupati Kabupaten Polman, yang tidak sesuai dengan Perda 2023 tentang APBD tahun anggaran 2024,” ucap Asrul, melalui press rilisnya, Selasa,10/12/24.
“PJ Bupati Polewali Mandar, harus membuka dan membaca baik-baik Perda yang telah dia buat sendiri bersama DPRD Polman, tentang penggunaan anggaran di Kabupaten Polewali Mandar,” sambungnya.
Selain itu ia juga menjelaskan, bahwa berdasarkan Pasal 15 ayat 1 yang dimana pemerintah daerah harus memprioritaskan anggaran, untuk kebutuhan yang mendesak. Pemerintah daerah dapat melakukan perubahan anggaran.
“Namun ini, bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh PJ. bupati Polewali Mandar sebab melakukan prioritas pengeluaran anggaran untuk sesuatu yang tidak begitu penting dan justru malah menambah devisit dan menambah persoalan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar,” jelasnya.
Olehnya itu, ia meminta agar PJ Bupati Ilham Borahima, mengambil tindakan dan bertanggung jawab atas bertambahnya devisit dan persoalan-persoalan tunggakan daerah efek dari ivent-ivent yang telah dibuat selama tahun 2024.
“PJ Bupati bagi kami beliau hadir di Polewali Mandar bukan untuk menyelesaikan persoalan namun justru menambah masalah,” ungkapnya.
Asrul juga menyoroti kebijakan kontroversi PJ Bupati Polman, dalam mengangkat pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Polewali Mandar.
“Belum lagi kita berbicara persoalan Sampah. PJ Bupati Polman ini, sangat kacau dan tak ada kontribusi apapun untuk kabupaten Polewali Mandar,” tukasnya.
Olehnya itu, pihaknya secara kelembagaan menegaskan, akan mengawal seluruh permasalahan tersebut, termasuk akan melakukan aksi unjuk rasa.
“Kami selalu Aliansi Mahasiswa Pemuda Sulawesi Barat, akan melakukan upaya unjuk rasa atau demonstrasi untuk mengawal persoalan ini,” tutupnya.(*)






