MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendorong aparatur sipil negara (ASN) beradaptasi dengan kebutuhan komunikasi era digital. ASN tak lagi hanya menjadi penyampai informasi, tetapi dituntut mampu menjadi kreator konten yang menghadirkan pesan publik secara menarik, informatif, dan inspiratif.
Dorongan ini sejalan dengan harapan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan responsif.
Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfo) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa strategi komunikasi publik harus adaptif terhadap cepatnya perubahan ruang digital dan tren media sosial.
“Kunci komunikasi pemerintahan yang efektif adalah keterbukaan, konsistensi, dan kreativitas. Diskominfo berkomitmen terus berinovasi agar kebijakan dan program pembangunan daerah tersampaikan secara luas, positif, dan berdampak,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Ridwan menyampaikan, ekosistem komunikasi publik kini terus diperkuat melalui kesepahaman bersama dengan seluruh OPD terkait tata kelola konten, baik untuk website maupun media sosial masing-masing OPD. Hal itu menjadi langkah penting dalam membangun citra positif pemerintah dan meningkatkan kepercayaan publik.
“Terkait penyebarluasan informasi dan produksi konten di setiap OPD terus kami koordinasikan. Ke depan, secara bertahap akan ada pembinaan konten yang disajikan ke publik karena harus ada kesepahaman bersama,” kata Ridwan.
Ia menambahkan, kemudahan akses informasi yang dikemas dengan menarik menjadi bagian penting untuk meningkatkan minat masyarakat menjadikan kanal informasi pemerintah sebagai referensi terpercaya.
Selain memperkuat koordinasi dengan OPD, Diskominfo Sulbar juga memperluas kolaborasi lintas sektor melalui program Senter KIM, termasuk bekerja sama dengan influencer lokal, jurnalis, dan berbagai komunitas. Kolaborasi ini dinilai strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyebarkan informasi pembangunan yang aktual dan relevan.
“Dengan pendekatan kolaboratif, pesan pembangunan akan lebih mudah diterima masyarakat,” tutup Ridwan.(*)






