Mamuju – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua pekerja proyek pengecatan Jembatan Tarailu yang dilaporkan jatuh ke sungai usai bambu pijakan ambruk. Hingga Senin (28/7) malam, keduanya belum ditemukan.
Kedua korban diketahui merupakan pekerja dari PT Surya Mandiri Perdana, masing-masing bernama Sapri (21) dan Angga (22). Mereka dinyatakan hilang usai terjatuh ke sungai saat bekerja di Desa Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju.
“Pencarian masih akan kami lanjutkan nanti malam dengan memaksimalkan teknologi drone thermal,” ujar Kepala Sub Seksi Operasi Basarnas Mamuju, Aswandi, kepada wartawan.
Tim SAR telah menyisir area sungai dengan radius hingga 2 kilometer dari lokasi kejadian menggunakan rubber boat dan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye. Selain itu, drone thermal juga diterbangkan untuk pencarian via udara.
Sebelumnya, laporan awal yang masuk ke Basarnas Mamuju menyebutkan lima pekerja jatuh ke sungai. Namun setelah dicek di lapangan, jumlah korban adalah tiga orang. Satu orang berhasil diselamatkan warga atas nama Fikri, sementara dua lainnya masih hilang.
Pihak kepolisian memastikan insiden tersebut merupakan murni kecelakaan kerja. Pencarian melibatkan unsur potensi SAR lainnya seperti Kodim 1418/Mamuju, Polsek Sampaga, BPBD Mamuju dan Mateng, Tagana Mateng, BWS Mamuju, serta masyarakat setempat.
Pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 18.00 WITA karena hasil masih nihil, dan akan dilanjutkan malam hari dengan memaksimalkan penggunaan drone thermal.
Sebagai informasi, drone thermal mampu mendeteksi panas tubuh manusia di area yang luas dan sulit dijangkau, sehingga sangat efektif dalam proses pencarian korban hilang.(*)






