Bersama Fatayat NU, Bawaslu Dorong Hadirnya Pengawasan Partisipatif

  • Whatsapp
Penandatanganan MoU pengawasan partisipatif, oleh Ketua Fatayat NU Sulbar dan Komisioner Bawaslu Provinsi Sulbar.(Dok : Mp)

Polman – editorial9 – Bawaslu Provinsi Sulbar bekerjasama dengan Fatayat NU, menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif.

Agenda yang dibuka langsung oleh Komisioner Bawaslu RI, Lolly Suhenty itu, di pusatkan di Aula Kampus Unasman Kabupaten Polman, Rabu, 16/10/22.

Bacaan Lainnya

Lolly, menilai sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif merupakan sesuatu hal yang penting, pasalnya Bawaslu tidak bisa bekerja sendirian.

“Sehingga, membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat secara mandiri pada pemilu 2024,” ucap Lolly.

Selain itu ia menambahkan, Bawaslu secara umum mempunyai kewenangan mencegah dan menindak setiap dugaan praktek pelanggaran Pemilu.

“Sedangkan, pengawasan Pemilu partisipatif memiliki kewenangan ikut mengawasi dengan melaporkan kepada Bawaslu untuk dilakukan penindakan,” tambahnya.

Menurutnya pesta demokrasi tahun 2024 mendatang, bukan hanya milik para penyelenggara dan anggota Parpol.

“Melainkan milik seluruh elemen masyarakat yang ada. Sehingga, masyarakatlah yang merupakan aktor dalam menjaga keberlangsungan Pemilu,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Provinsi Sulbar, Fitri Nella Patonangi, menambahkan sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif merupakan rangkaian kegiatan Bawaslu yang berjenjang hingga ke tingkat Panwascam.

“Pengawasan Pemilu bukan hanya tugas Bawaslu melainkan merupakan tugas konstitusional, yang sekaligus menjadi tugas seluruh masyarakat untuk memastikan jalannya Pemilu yang demokratis,” terang Fitri Nella.

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa
peran Bawaslu Provinsi Sulbar hadir dalam memastikan jalannya Pemilu di Tanah Mandar dengan aman, jujur dan berintegritas.

“Sehingga, diharapkan dukungan dari unsur masyarakat yang ada,” tuturnya.

Diketahui agenda yang dikemas dalam diskusi itu, dirangkaikan pula dengan penandatanganan MoU antara Bawaslu dan Fatayat, yang dihadiri oleh para tokoh perempuan, pengurus OKP, mahasiswa, jajaran komisioner Bawaslu, serta para tamu undangan lainnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *