MAMUJU — Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi di depan Markas Polresta Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (12/1/2026), berakhir ricuh. Sejumlah aparat kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat lemparan batu yang diduga dilakukan oleh oknum massa aksi.
Demonstrasi yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulbar itu awalnya berlangsung tertib. Massa secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi tuntutan terkait isu demokrasi, penegakan hukum, serta transparansi kebijakan pemerintah di depan gerbang Polresta Mamuju.
Situasi mulai memanas ketika peserta aksi membakar ban di badan jalan tepat di depan kantor kepolisian. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat lumpuh.
Tak berselang lama, ketegangan meningkat. Sejumlah peserta aksi diduga melemparkan batu ke arah barisan aparat yang tengah melakukan pengamanan. Akibatnya, puluhan personel Polresta Mamuju mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki. Beberapa di antaranya harus mendapatkan perawatan medis akibat terkena serpihan batu.
Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman mengatakan, sejak awal pihak kepolisian telah mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami sudah berupaya maksimal melakukan pengamanan secara humanis dan mengimbau massa agar tetap tertib. Namun aksi pelemparan batu jelas membahayakan dan melanggar hukum,” kata Herman kepada wartawan.
Setelah aksi berakhir, situasi di sekitar Polresta Mamuju kembali kondusif. Kepolisian menyatakan akan melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pelaku pelemparan batu serta mengevaluasi pengamanan aksi unjuk rasa tersebut.
Polresta Mamuju menegaskan tetap menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, kepolisian mengingatkan agar setiap aksi dilakukan secara damai, tertib, dan tidak membahayakan keselamatan orang lain maupun melanggar hukum.(*)






