Densus 88 Apresiasi Kesbangpol Sulbar, Kolaborasi Cegah Radikalisme Diperkuat

MAMUJU — Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Anti Teror Sulawesi Barat memberikan penghargaan khusus kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat. Apresiasi ini diberikan atas kerja sama intensif dalam mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme (IRET) di wilayah Sulbar.

Langkah ini juga sejalan dengan visi-misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga dalam memperkuat stabilitas keamanan serta menjaga kondusivitas daerah.

Bacaan Lainnya

Kasatgaswil Densus 88 Sulbar, Sufyan Ansyari, menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga sebagai benteng utama pencegahan sejak dini.

“Peran Kesbangpol sangat vital dalam melakukan cegah dini dan deteksi dini terhadap penyebaran IRET di Sulawesi Barat,” ujar Sufyan dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini menjadi langkah strategis untuk mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok yang berupaya memecah belah persatuan melalui paham radikal.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Darwis Damir, menyambut baik penghargaan tersebut. Ia menegaskan komitmen penuh Kesbangpol dalam mendukung langkah-langkah Densus 88 di lapangan, terutama melalui edukasi kepada generasi muda.

“Kami sudah beberapa kali turun bersama Densus 88 untuk sosialisasi. Anak sekolah adalah aset masa depan, jangan sampai mereka terpapar paham yang salah,” ungkap Darwis.

Darwis juga menekankan bahwa anak muda harus dibekali pemahaman yang benar agar tidak mudah terhasut provokasi radikal.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi juga membangun sistem pemantauan yang lebih kuat hingga ke level akar rumput.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Densus 88 Anti Teror dalam melakukan pencegahan penyebaran IRET. Kerja sama ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat Sulbar tetap kondusif dan aman,” tutup Darwis.

Penghargaan tersebut menjadi simbol kuatnya koordinasi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam membentengi masyarakat dari ancaman terorisme sejak dini.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *