DKP Sulbar Matangkan Kampung Nelayan Merah Putih

MAMUJU — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih melalui sinkronisasi pemanfaatan ruang laut dan program Panca Daya.

Langkah tersebut dibahas dalam koordinasi teknis yang digelar di Ruang Rapat Bidang Perikanan Tangkap DKP Sulbar, Rabu (6/5/2026). Pertemuan itu difokuskan pada sinkronisasi data spasial untuk mendukung perencanaan kawasan pesisir yang terukur dan terintegrasi.

Bacaan Lainnya

Program ini disebut menjadi bagian dari komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka bersama Sekretaris Daerah Junda Maulana dalam menjalankan program Panca Daya, khususnya pada sektor pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Koordinasi dipimpin Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Ilham, bersama Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan dan Pesisir, Apriyadi. Pembahasan utama menyangkut identifikasi kesesuaian pemanfaatan ruang laut berbasis peta Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).

Dalam rapat itu, Bidang Pengelolaan Kelautan dan Pesisir memaparkan hasil overlay atau tumpang susun peta calon lokasi dengan peta RZWP3K untuk memastikan kawasan yang diusulkan tidak masuk zona lindung maupun kawasan konservasi.

Sementara Bidang Perikanan Tangkap memberikan masukan teknis terkait akses nelayan terhadap jalur pelayaran hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung di darat.

Hasil identifikasi sementara menunjukkan sejumlah titik dinilai potensial untuk dikembangkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Namun, beberapa lokasi masih memerlukan kajian lanjutan karena berpotensi terjadi konflik pemanfaatan ruang dengan sektor lain.

“Melalui pendekatan berbasis data spasial dan regulasi RZWP3K, kita ingin memastikan bahwa pembangunan kampung nelayan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan laut secara jangka panjang,” ungkap Apriyadi.

Dalam rapat tersebut, tim teknis juga menghasilkan tiga rekomendasi utama, yakni verifikasi lapangan pada lokasi potensial, penguatan koordinasi lintas sektor terkait perizinan dan pemanfaatan ruang, serta penyempurnaan dokumen perencanaan agar sesuai regulasi dan standar teknis.

Kepala DKP Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin, turut memberikan apresiasi atas progres yang dicapai tim teknis. Ia menilai kolaborasi antarbidang menjadi langkah penting dalam mewujudkan kawasan nelayan modern yang tetap menjaga nilai lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim dalam menyelaraskan aspek teknis dan regulasi ini. Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun masa depan ekonomi nelayan kita agar lebih tangguh dan mandiri, sesuai dengan semangat Panca Daya yang kita usung,” tutup Safaruddin.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *