DKPPKB Sulbar Lampaui Target Kusta–Frambusia 2025

MAMUJU — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulawesi Barat (DKPPKB Sulbar) mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Program Kusta dan Frambusia sepanjang 2025. Sejumlah indikator utama bahkan melampaui target provinsi, memperkuat upaya pengendalian penyakit menular tropis demi mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.

Capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang didorong Gubernur Suhardi Duka melalui penguatan sektor kesehatan sebagai fondasi pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

Pada Program Kusta, indikator penemuan kasus baru tanpa disabilitas mencapai 98 persen, jauh melampaui target provinsi sebesar 86 persen. Sepanjang 2025, tercatat 199 kasus baru kusta di seluruh kabupaten, dengan kontribusi tertinggi berasal dari Polewali Mandar sebanyak 107 kasus.

Dari total kasus tersebut, sekitar 91 persen merupakan tipe Multibasiler (MB) atau tipe basah yang memerlukan penanganan intensif guna mencegah kerusakan saraf dan kecacatan permanen. Sementara itu, proporsi kasus kusta pada anak tercatat 5 persen, sesuai dengan target provinsi di bawah 5 persen.

Namun demikian, capaian penyelesaian pengobatan atau Release From Treatment (RFT) untuk kusta tipe MB baru mencapai 81 persen dari target 90 persen. Indikator ini menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan melalui penguatan kepatuhan terapi dan pemantauan pasien secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Program Frambusia menunjukkan hasil yang signifikan. Sebanyak empat kabupaten berhasil memperoleh sertifikasi eradikasi frambusia, melampaui target awal yang hanya menetapkan dua kabupaten bebas frambusia. Hasil skrining lapangan menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) di sekolah dan desa juga tidak menemukan kasus positif.

Capaian ini memperkuat posisi Sulawesi Barat dalam upaya eliminasi penyakit tropis terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs). Meski demikian, evaluasi juga mencatat kendala pada sistem pelaporan online di Kabupaten Mamasa yang baru mencapai 27,8 persen, jauh di bawah kabupaten lain yang sudah berada di kisaran 95 hingga 100 persen.

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pengendalian penyakit merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

“Keberhasilan pengendalian kusta dan frambusia bukan hanya soal angka, tetapi menjaga kualitas hidup masyarakat dan mencegah disabilitas sejak dini. Ini bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Ke depan, DKPPKB Sulbar akan memperkuat deteksi dini, edukasi masyarakat, peningkatan tata laksana kasus, serta optimalisasi sistem pelaporan berbasis digital. Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, target eliminasi penyakit menular tropis di Sulawesi Barat ditargetkan dapat tercapai secara berkelanjutan. (Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *