Dugaan Korupsi Dana PSR, Kejati Sulbar Sita Uang 1 Miliar Lebih

  • Whatsapp
Tim Kejati Sulbar, saat melakukan penyitaan uang barang bukti dugaan korupsi dana PSR, Selasa, 11/01/22.(Dok : Ist)

Sulbar – editorial9 – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Barat (Kejati Sulbar), menyita barang bukti uang sebanyak Rp.1.428.953.767, dalam tindak pidana dugaan korupsi penyalahgunaan dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Mamuju Tengah.

Kapenkum Kejati Sulbar, Amiruddin, mengatakan bahwa penyitaan uang di Kantor Bank BNI Cabang Mamuju itu, berdasarkan surat perintah penyitaan Kepala Kejati Sulbar, Didik Iostiyanta, Nomor: Print- 02 / P.6.5/ Fd.2 / 01 / 2022, Tanggal 03 Januari 2022.

Bacaan Lainnya

“Uang senilai Rp 1.428.953.767, yang saat ini berada dalam rekening BNI nomor 0906365781, atas nama kelompok tani makassar bahagia,” ucap Amiruddin, melalui press rilisnya, Selasa 11/01/21.

Berdasarkan hasil penyidikan jaksa penyidik Kejati Sulbar, serta laporan hasil audit perhitungan kerugian keuangan oleh BPKP Nomor : SR-400/ PW/ 32/ 2021, tanggal 30 Desember 2021, uang tersebut merupakan bagian dari kerugian negara, dengan tersangka yakni Ketua Kelompok Tani Makassar Bahagia, berinisial MA, Kadis Pertanian dan perkebunan Mateng Tahun 2019 serta inisial BS, oknum ASN di Pemkab Mateng.

“Karena perolehannya, dilakukan dengan cara-cara melawan hukum. Sehingga, berdasarkan pasal 39 KUHAP, uang tersebut dapat disita,” ungkap Amiruddin.

“Penyitaan dilakukan, dalam rangka untuk kepentingan pembuktian dalam penyelesaian penuntutan dan peradilan pasal 1 angka 16 KUHAP,” sambungnya.

Selain itu ia menambahkan, bahwa sebelum penyitaan, pihaknya juga telah meminta pemblokiran rekening melalui surat ke Kejati Sulbar Cq asisten tindak pidana khusus, Nomor: B P.5.5/ Fd 2/ 12/ 2021 tanggal 30 Desember 2021.

“Maka bersama ini, kami minta blokir rekening tersebut dapat dibuka. Prosedur penyitaan, dilakukan dengan cara penarikan tunai dari rekening nomor 0906365781 atas nama kelompok tani makassar bahagia senilai Rp.1.428.953.767,” tambahnya.

Hasil penyitaan, kata Amiruddin kemudian dituangkan dalam berita acara penyitaan dari pihak BNI ke jaksa penyidik. Selanjutnya, uang hasil sitaan akan dijadikan barang bukti baik pada proses penyidikan maupun pembuktian saat persidangan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selanjutnya, penyidik pidana khusus Kejati Sulbar, melalui Rizal F,SH.MH. dan Greafik, SH.MH, terhadap barang bukti uang tersebut,  dititipkan di Bank Mandiri Cabang Mamuju, atas nama rekening penitipan kejaksaan tinggi Sulawesi Barat, tanpa bunga, tanpa pajak dan tanpa potongan lain-lain,” tutupnya.(Mp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.