Gen Z Tangerang Jelajah Budaya Sulbar di Anjungan TMII

Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, foto bersama rombongan pelajar SMK Kharisma Tangerang saat kunjungan edukasi budaya di Anjungan Provinsi Sulawesi Barat, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Dok. Humas Pemprov Sulbar.

JAKARTA – Rombongan pelajar SMK Kharisma Tangerang mengunjungi Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (12/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari program edukasi budaya sekaligus tugas mata pelajaran seni dan budaya yang mengharuskan siswa melakukan studi lapangan.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, mengatakan Anjungan Sulbar terbuka untuk mendukung kegiatan pendidikan yang bernilai positif, khususnya dalam memperkenalkan seni dan budaya daerah kepada generasi muda.

Bacaan Lainnya

“Anjungan Provinsi Sulawesi Barat yang terletak strategis di ibu kota menjadi ruang edukasi bagi pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan lokal dan mancanegara untuk mengenal seni, budaya, kuliner, wastra, hingga alat musik khas Sulawesi Barat,” ujar Gemilang.

Menurutnya, meski hanya memiliki enam kabupaten, Sulawesi Barat menyimpan keragaman budaya dengan ciri khas masing-masing daerah.

“Budaya Sulawesi Barat sangat beragam. Ke depan, Anjungan Provinsi bisa menjadi pusat edukasi seni dan budaya. Budaya adalah kekuatan dan jati diri, sehingga harus terus dilestarikan oleh generasi muda,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya melihat display seni dan budaya, tetapi juga berinteraksi langsung dengan petugas anjungan untuk menggali informasi lebih dalam. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Gemilang menambahkan, program edukasi budaya ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka melalui Program Panca Daya, khususnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.

“Melalui edukasi budaya, generasi muda tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan identitas kebangsaan yang kuat,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *