Gubernur Sulbar Buka Konferda GMNI, Tekankan Ideologi dan Kemandirian

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, memukul gong sebagai tanda resmi dibukanya Konferensi Daerah (Konferda) DPD GMNI Sulbar di Mamuju, Sabtu (25/4/2026). (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, membuka Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sulbar, Sabtu (25/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya penguatan ideologi serta kemandirian kader di tengah tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Suhardi Duka menegaskan bahwa nasionalisme dan marhaenisme harus menjadi fondasi utama perjuangan kader GMNI. Ia mengingatkan, tanpa pijakan ideologis yang kuat, arah perjuangan organisasi akan kehilangan arah.

Bacaan Lainnya

“Kalau kita berjuang tanpa landasan, maka perjuangan itu tidak punya arah. Karena itu, nasionalisme dan marhaenisme harus benar-benar tertanam dalam diri setiap kader,” ujar Suhardi Duka.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari jati diri bangsa yang harus dijaga. Kader GMNI, kata dia, juga dituntut mampu bersikap ketika menemukan kebijakan yang tidak sejalan dengan nilai tersebut, baik melalui dialog maupun aksi.

Suhardi Duka turut menyoroti dinamika ideologi dan ekonomi Indonesia yang kerap bergerak di antara kecenderungan kiri dan kanan. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan bagi generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Selain itu, ia mendorong kader GMNI membangun karakter kuat sekaligus jiwa kewirausahaan. Menurutnya, Indonesia sedang berada pada momentum bonus demografi hingga sekitar tahun 2035, yang harus dimanfaatkan secara optimal.

Namun, ia menilai masih banyak tenaga kerja produktif yang belum terserap dengan baik dan justru berada dalam pekerjaan berpenghasilan rendah.

“Banyak tenaga kerja kita yang produktif justru tidak produktif. Ada yang menjadi tenaga honorer atau P3K paruh waktu dengan penghasilan sangat minim, bahkan di bawah Rp400 ribu per bulan, yang itu masuk kategori miskin ekstrem,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar generasi muda tidak lagi terpaku pada pola pikir lama yang menjadikan status pegawai negeri sebagai satu-satunya ukuran kesuksesan.

“Sekarang bukan lagi soal jadi PNS. Yang penting adalah bagaimana mampu menangkap peluang di tengah persaingan global yang semakin ketat,” tegas Suhardi Duka.

Di sisi lain, Suhardi Duka mengapresiasi kader GMNI Sulbar yang dinilai mampu menjaga persatuan di tengah dinamika internal organisasi. Hal tersebut, menurutnya, mencerminkan semangat nasionalisme yang mengutamakan kepentingan bangsa.

“Ketika negara memanggil, maka kepentingan pribadi, keluarga, organisasi, bahkan politik harus dikesampingkan. Itulah nasionalisme,” tuturnya.

Ia menutup sambutannya dengan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Konferda, seraya berharap GMNI terus berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan pembangunan bangsa.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *