Polman – Anggota DPR-RI, Andi Ruskati Alibaal, menghadiri acara sosialisasi promosi dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), yang dilaksanakan BKKBN Provinsi Sulbar, di Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman, Sabtu, 27/01/24.
Dalam kesempatan itu, Andi Ruskati menyampaikan pentingnya pendidikan serta kesadaran masyarakat, tentang resiko pernikahan dini.
“Kegiatan promosi dan KIE ini, merupakan langkah yang sangat baik untuk menyebarkan informasi serta melakukan edukasi pada masyarakat tentang risiko perkawinan anak dan stunting,” ucap Andi Ruskati Alibaal.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat agar terlibat dalam mendukung program pemerintah dalam hal penyelesaian masalah stunting.
“Ya salah satunya adalah ikut mencegah terjadinya pernikahan dini, karena perkawinan anak dapat menimbulkan stunting,” ujar Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra itu.
Ketua DPD Partai Gerindra Sulbar itu, juga mengajak masyarakat untuk bekerjasama dengan BKKBN, KB Nasional dan Komisi IX DPR-RI, dalam mengatasi permasalahan perkawinan anak, stunting dan menyukseskan program KB.
“Anjuran BKKBN untuk menikah bagi pria 25 tahun dan perempuan 21 tahun. Itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa calon suami dan istri sudah memiliki kematangan fisik dan mental yang cukup, sebelum memutuskan untuk menikah,” tutupnya.
Untuk diketahui, dalam agenda yang diikuti oleh 350 orang peserta sosialisasi itu, turut pula dihadiri perwakilan BKKBN Sulbar, Dansumarno, Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga advokasi KIE dan kehumasan, serta Dinas Kabupaten Polman drg.Andi Sry. Selain itu, Andi Ruskati juga menyerahkan sejumlah door prize pada para peserta sosialisasi.(*)






