Mamuju – Bupati dan wakil bupati Kabupaten Mamuju, Sutinah Suhardi-Yuki Permana, mulai berkantor pasca dilantik dan menjalani retret di Akmil Magelang. Di momentum itu, Tina-Yuki langsung melakukan silaturahmi perdana bersama jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Mamuju, Senin,03/03/25.
Pejabat publik yang akan memimpin bumi Manakarra periode 2025-2030 ini, disambut hangat oleh segenap unsur Forkopimda serta ratusan ASN di pintu masuk kantor Bupati Mamuju.
Wakil bupati Yuki Permana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih ke jajaran Pemkab Mamuju. Ia berharap solidaritas aparatur bisa tetap dipertahankan, untuk terus membersamai kepemimpinan bupati dan wakil bupati, guna mewujudkan visi dan misi yang telah diagendakan.
“Saya pertama kali kesini, semoga menjadi awal yang baik untuk membawa harapan yang lebih besar untuk Mamuju yang lebih keren lagi,” kata Yuki Permana.
“Untuk itu, Saya akan selalu minta arahan Ibu Bupati, karena saya orang baru, tapi saya sebelumnya sempat menjadi anggota DPRD Sulbar dua periode, Insya Allah, pengalaman ini akan bisa kami aplikasikan untuk membantu dalam mencapai visi misi kepala daerah.” sambungnya.
Hal senada juga diutarakan Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi. Ia berharap kekompakan dan sinergi semua jajaran dapat ditingkatkan.
“Meskipun diakui saat ini pemerintah daerah tengah diperhadapkan pada tantangan berupa efisiensi anggaran terutama pada sektor infrastruktur,” ungkap Sutinah.
Namun, Sutinah meminta agar sektor lain dapat terus dipacu untuk menyeimbangkan kekurangan-kekurangan pada sektor yang mendapat kebijakan efisiensi.
“Penghematan anggaran 68 Milyar itu semuanya fisik, jalan jembatan, irigasi,” terangnya.
“Namun kalau ada yang bisa dipotong anggaran dari kegiatan saya, silahkan dipotong juga, demi untuk meringankan beban kita dalam melaksanakan visi-misi yang telah kita rencanakan,” sambungnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, dari efisiensi anggaran ini dipastikan infrastruktur kita akan minus.
“Tapi saya minta, pelayanan yang lain, utamanya kesehatan, pendidikan dan lain-lain, harus tetap nomor satu supaya kita bisa mengimbangi kekurangan pada pembangunan fisik.” tutupnya.(*)






