Sulbar – Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, membeberkan musuh agama yang harus ditangani bersama, tidak terlihat. Namun efeknya sangat besar bagi masyarakat.
Hal itu diutarakan, saat menghadiri halal bi halal dan tausiyah dengan tema moderasi beragama yang digelar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar, di Asrama Haji, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Selasa, 21/05/24.
“Musuh agama itu adalah intoleran. Nah, ini pekerjaan kita untuk bagaimana memberikan layanan terbaik untuk mengurangi intoleran. Di Kemenag ini betul-betul bercerita mengenai bagaimana keharmonisan antar umat beragama, ini betul-betul dijaga,” ucap Idris.
Ia juga mengakui tema dialog mengenai moderasi keagamaan, menurutnya sangat menarik. Sehingga, harus ada kesepakatan dan komitmen untuk melakukan akselerasi.
“Saya kira, pekerjaan pemerintahan adalah memberikan pelayanan. Kanwil Kemenag Sulbar ini begitu luasnya cakupan wilayah yang dipimpin,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, halal bi halal yang digelar Kanwil Kemenag Sulbar memiliki nilai tambah lantaran dirangkaikan dengan dialog keagamaan yang dihadiri perwakilan dari enam kabupaten se Sulbar.
“Ini halal bi halal plus sebetulnya karena ada dialog dan sekaligus kawan-kawan dari kabupaten hadir. Ini semua pejabat strukturalnya, kesempatan luar biasa untuk kita manfaatkan untuk silaturahim tetapi harus juga produktif, menyusun strategi dan seterusnya,” tutupnya.(*)






